Reformasi Pasar Modal Indonesia Raih Pengakuan MSCI, OJK Perkuat Daya Saing Global

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Langkah berani Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam merombak integritas pasar modal nasional mulai membuahkan hasil di level internasional.

Lembaga indeks global terkemuka, MSCI Inc., secara resmi memberikan pengakuan atas berbagai inisiatif strategis Indonesia dalam pengumuman Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities, baru-baru ini.

​Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa respons positif MSCI ini menjadi validasi atas kerja keras OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

​“Pengumuman ini menegaskan bahwa MSCI mencatat berbagai langkah strategis kami dalam memperkuat transparansi dan integritas pasar. Ini adalah bagian dari upaya berkesinambungan untuk mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel dan berdaya saing global,” ujar Hasan dalam keterangan resminya.

​Sedikitnya ada empat poin krusial dalam reformasi pasar modal Indonesia yang mendapatkan perhatian khusus dari MSCI, yaitu:

​Peningkatan Transparansi: Kewajiban pelaporan kepemilikan saham di atas 1 persen.

​Klasifikasi Investor: Penguatan granularitas data klasifikasi investor.

​Kerangka Kerja HSC: Implementasi kebijakan High Shareholding Concentration (HSC).

​Likuiditas: Peningkatan batas minimum free float bagi emiten.

​Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan ini sebagai sinyal hijau bagi arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, konsistensi adalah kunci untuk mempertahankan kepercayaan pelaku pasar internasional.

​“Implementasi reformasi ini akan terus dijaga agar tetap terukur dan berkelanjutan melalui koordinasi aktif dengan pelaku pasar global,” tegas Friderica.

​Saat ini, MSCI tengah melakukan asesmen lanjutan untuk persiapan Index Review pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review pada Juni 2026. OJK pun optimis bahwa data-data baru yang dihasilkan dari reformasi ini akan meningkatkan status investability Indonesia di mata dunia.

​Sebagai langkah percepatan, OJK kini tengah memacu implementasi “Delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal”. Program ini mencakup penguatan penegakan hukum, pendalaman pasar, hingga peningkatan likuiditas secara masif.

​Dengan pengakuan dari MSCI ini, OJK berharap pasar modal Indonesia diyakini berada pada jalur yang tepat (on the right track), untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan transparan. (*)

Comment