MENITNEWS.COM, MAKASSAR — PT Pupuk Indonesia (Persero) melaporkan kinerja distribusi yang impresif pada awal tahun 2026.
Hingga pertengahan April, penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia Timur tercatat tumbuh signifikan sebesar 40 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran telah mencapai angka 357 ribu ton, atau sekitar 21 persen dari total alokasi tahunan untuk Indonesia Timur yang dipatok sebesar 1,6 juta ton.
Peningkatan ini menjadi sinyal positif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Wisnu menjelaskan bahwa tren positif ini dipicu oleh kebijakan strategis pemerintah yang telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen pada tahun 2025 lalu.
Kebijakan tersebut terbukti ampuh meningkatkan daya beli petani di lapangan hingga saat ini.
”Peningkatan ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menurunkan HET. Dampak langsungnya adalah meningkatnya daya beli petani, yang hingga kini efeknya masih sangat terasa di lapangan,” ujar RCEO 4 PT Pupuk Indonesia, Wisnu, Minggu (26/4/2026).

Selain faktor harga, percepatan distribusi Pupuk Indonesia juga dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap kondisi cuaca.
Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Indonesia Timur akan mengalami curah hujan yang lebih tinggi pada semester pertama 2026.
Kondisi ini mendorong petani untuk memulai masa tanam lebih awal, sehingga permintaan pupuk meningkat lebih cepat dari jadwal biasanya.
Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan, tercatat kenaikan penyaluran yang lebih tinggi yakni mencapai 43 persen pada periode Januari hingga April 2026.
Momentum ini juga bertepatan dengan giat “Tanam Padi Perdana” dengan Model Tanam Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang dilaksanakan di Kabupaten Maros pada Minggu, 26 April 2026.
Terkait kesediaan stok, Pupuk Indonesia memastikan kondisi dalam status aman. Hingga 20 April 2026, total stok di Regional 4 mencapai 218 ribu ton. Jumlah ini diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan petani untuk durasi 4 hingga 5 minggu ke depan.
“Stok ini telah tersebar di berbagai gudang di Sulawesi, Maluku, hingga Papua, dan didukung oleh jaringan distribusi luas mulai dari kapal, truk, hingga ribuan kios di tingkat daerah,” pungkas RCEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu. (*)
Comment