Mentan Amran: Ketahanan Pangan Nasional Berhasil Berkat Kedisiplinan Prajurit TNI

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​BOGOR — Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa lompatan besar ketahanan pangan nasional saat ini merupakan buah dari sinergi erat dan kedisiplinan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dukungan TNI dinilai menjadi faktor krusial yang mengawal efektivitas program pertanian hingga ke level akar rumput.

​Apresiasi tersebut disampaikan Mentan Amran di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan jajaran pimpinan TNI dalam forum di Universitas Pertahanan (Unhan), Kawasan IPSC Sentul, Bogor, Rabu (29/4/2024).

​”Kami utang budi pada TNI. Suatu capaian tidak mungkin diraih tanpa support luar biasa dari TNI, mulai dari Babinsa hingga Panglima,” ujar Mentan Amran dengan tegas.

​Rekor Cadangan Pangan Tertinggi

​Dalam paparannya, Mentan mengungkapkan sejumlah capaian strategis yang mencetak sejarah baru bagi republik.

Produksi pangan nasional kini menyentuh angka 34,69 juta ton. Lebih impresif lagi, cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 5,12 juta ton, sebuah angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia berdiri.

​”Tahun 1984, stok kita hanya sekitar 2,6 juta ton. Hari ini kita berhasil mencapai lebih dari dua kali lipatnya. Ini adalah hasil kerja keras kolektif,” ungkapnya.

​Data keberhasilan ini, lanjut Mentan Amran, telah divalidasi oleh lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA), serta Badan Pusat Statistik (BPS).

​Keberhasilan Indonesia menghentikan ketergantungan impor beras dalam jumlah besar—yang sebelumnya mencapai 7 juta ton—terbukti mampu menstabilkan harga pangan global.

Indonesia kini tidak lagi menjadi importir besar yang mengguncang pasar internasional.

​Di sisi domestik, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini berada di level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

​”Ini bukan data internal kami, melainkan data BPS, FAO, dan Amerika. Artinya, capaian ini sangat objektif dan terukur,” tambah Amran.

​Sebagai putra seorang Babinsa, Mentan Amran menyelipkan refleksi personal mengenai pentingnya karakter kerja keras dan loyalitas.

Ia menekankan bahwa semangat pantang menyerah khas prajurit harus menjadi fondasi dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan.

​Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi berdasarkan data akurat demi kepentingan bangsa.

​”Kita gunakan data, jangan pakai sentimen. Negara ini milik bersama. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Mentan Amran. (*)

Comment