Pajak Hiburan Tumbuh Signifikan, DPRD Makassar Beri Apresiasi Kinerja Bapenda

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan pada awal tahun 2026. Kinerja positif Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ini, mendapat apresiasi langsung dari Komisi B DPRD Kota Makassar, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar baru-baru ini.

​Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi pajak hiburan terus melampaui target yang ditetapkan. Hal ini dinilai sebagai sinyal kuat membaiknya kepatuhan wajib pajak serta efektivitas pengawasan di lapangan.

​Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Makassar, Muhammad Ambar Sallatu, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, sektor hiburan menyumbang pendapatan yang melampaui ekspektasi. Dari target Rp30 miliar, Bapenda berhasil mengumpulkan lebih dari Rp36 miliar.

​”Artinya, ada surplus sekitar Rp6 miliar dari target yang ditetapkan tahun lalu. Ini menjadi indikator bahwa kontribusi pelaku usaha terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menguat,” ujar Ambar.

​Tren positif tersebut rupanya berlanjut ke tahun 2026. Ambar merinci bahwa per 30 April 2026, realisasi pajak hiburan telah menyentuh angka Rp12 miliar. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year) yang tercatat di kisaran Rp10 miliar.

​Meski memberikan apresiasi, Komisi B DPRD Makassar tetap memberikan catatan strategis. Legislator mendorong Bapenda untuk tidak berpuas diri dan terus memperluas basis pajak, terutama menyasar pelaku usaha hiburan yang belum terdata secara maksimal.

​Menanggapi hal tersebut, Bapenda berkomitmen untuk memperkuat transparansi melalui inovasi digital. Penggunaan sistem pelaporan daring (online) diharapkan mampu meminimalisir kebocoran pajak sekaligus memudahkan para pelaku usaha dalam memenuhi kewajibannya.

​Selain fokus pada angka, Bapenda Makassar juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas iklim usaha di Kota Daeng. Menurut Ambar, kepatuhan wajib pajak sangat dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan keamanan yang kondusif.

​”Yang perlu kita jaga bersama adalah kondusivitasnya. Jika sektor hiburan berjalan dengan baik dan stabil, maka kontribusi terhadap pendapatan daerah juga akan berkelanjutan,” pungkasnya.

​Dengan realisasi yang terus tumbuh di kuartal pertama ini, Pemerintah Kota Makassar optimistis sektor pajak hiburan akan kembali menjadi tulang punggung PAD di sisa tahun 2026. DPRD Makassar pun memberi apresiasi tinggi dan siap terus mengawal. (*)

Comment