MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan pentingnya sinergi, antara akselerasi bisnis perbankan dan perlindungan hak pekerja di era transformasi digital.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FSP BPD SI) di Hotel The Rinra, Makassar, Sabtu (9/5/2026).
Dalam forum nasional tersebut, Jufri menekankan bahwa, digitalisasi di sektor perbankan daerah kini menjadi keharusan demi menjaga daya saing.
Namun, ia mengingatkan agar lompatan teknologi tersebut tidak mengesampingkan aspek kesejahteraan manusia di dalamnya.
“Digitalisasi perbankan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Transformasi ini berdampak langsung pada struktur dan keberlanjutan tenaga kerja. Di sinilah peran FSP BPD SI menjadi jembatan vital untuk menjaga keseimbangan antara profit bisnis dan hak-hak pekerja,” tegas Jufri Rahman.
Ekonomi Sulsel Tumbuh Agresif 6,88 Persen
Di hadapan delegasi serikat pekerja perbankan se-Indonesia, Jufri memaparkan performa impresif ekonomi Sulawesi Selatan.
Pada Triwulan I-2026, ekonomi Sulsel tercatat tumbuh sebesar 6,88% (yoy), berada di atas rata-rata nasional.
Pertumbuhan ini diikuti dengan perbaikan indikator ketenagakerjaan yang signifikan:
PDRB Sulsel: Mencapai Rp191,28 triliun pada awal 2026.
Penyerapan Tenaga Kerja: Mencapai 5 juta orang per Februari 2026.
Lapangan Kerja Baru: Tercipta 170 ribu lowongan kerja baru dalam satu tahun terakhir.
Kepatuhan Perusahaan: Sebanyak 128.684 perusahaan telah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan (WLKP).
Komitmen Kesejahteraan: UMP 2026 Naik 7,21 Persen
Sebagai bentuk nyata keberpihakan pada buruh, Pemprov Sulsel telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 sebesar Rp3.921.088,79.
Angka ini merupakan kenaikan sebesar 7,21% atau naik Rp263.561 dari tahun sebelumnya.
“Kebijakan ini diambil berdasarkan kebutuhan hidup layak dan melalui kesepakatan Dewan Pengupahan. Kami ingin menjaga daya beli pekerja agar tetap stabil di tengah dinamika ekonomi global,” tutur Jufri.
Ia berharap Rakernas ini mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang konstruktif, bagi keberlanjutan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh strategis, di antaranya Staf Khusus Kemenaker RI, Indra, Pimpinan OJK Sulselbar, Ahmad Murad, Direktur Utama PT Bank Sulselbar, Yulis Suandi, serta Presiden FSP BPD SI Alex Sandra. (*)
Comment