MENITNEWS.COM, MOROWALI — Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan kerja (safety culture), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, menggelar serangkaian simulasi keadaan darurat dan pengecekan sistem kesiapsiagaan secara berkala.
Kegiatan yang melibatkan Tim Tanggap Darurat atau Emergency Response Team (ERT) ini, bertujuan untuk memastikan seluruh personel, alat, dan sistem pendukung berfungsi optimal dalam menghadapi situasi kritis atau bencana yang tidak terduga di area operasional perusahaan.
Dalam simulasi yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana tersebut, tim ERT mempraktikkan berbagai skenario mulai dari pemadaman kebakaran, penyelamatan di ketinggian, hingga prosedur evakuasi medis menggunakan ambulans dan fasilitas darurat lainnya.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan nilai yang tidak dapat ditawar dalam seluruh lini operasional perusahaan.
”Bagi PT Vale Indonesia, kesiapsiagaan bukan sekadar prosedur, melainkan bagian mendasar dari budaya kerja kami. Melalui simulasi rutin di IGP Morowali ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja memiliki ketangguhan dan kesiapan mental maupun teknis. Tujuan utama kami adalah melindungi aset paling berharga perusahaan, yaitu nyawa manusia, serta memitigasi dampak terhadap lingkungan sekitar,” ujar Vanda, Minggu (10/5/2026).
Penerapan standar keselamatan yang ketat ini selaras dengan slogan “Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”.
PT Vale berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tim ERT, dan memperbarui sistem teknologi deteksi dini guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Dengan adanya pelatihan intensif dan simulasi lapangan dilakukan PT Vale Indonesia seperti ini, diharapkan respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan terukur, sehingga risiko fatalitas dapat ditekan sekecil mungkin. (*)
Comment