DP2 Makassar Matangkan Perencanaan Edufarm Barombong Guna Dukung Urban Farming

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, menggelar kegiatan ekspos jasa konsultansi perencanaan untuk pengembangan Edufarm Barombong serta pemeliharaan bangunannya.

Pertemuan krusial ini berlangsung di Ruang Rapat DP2 Kota Makassar pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si.

Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pertanian DP2, tim pendamping teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, perwakilan jasa konsultansi perencanaan, serta jajaran staf teknis Bidang Pertanian.

​Ekspos ini secara mendalam membahas cetak biru (blueprint), dan perencanaan teknis kawasan Edufarm Barombong.

Pembahasan mencakup penataan kawasan, pemeliharaan fisik bangunan, hingga penguatan sarana dan prasarana pendukung yang akan menunjang aktivitas edukasi pertanian terpadu di lokasi tersebut.

​Selain memaparkan desain teknis, pertemuan ini juga berfungsi sebagai wadah koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor.

Kolaborasi antara tim teknis internal, konsultan profesional, dan dinas terkait seperti Dinas PU sengaja dilakukan, guna memastikan seluruh proses perencanaan berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan rill di lapangan.

​Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, menegaskan pentingnya proyek ini bagi masa depan ketahanan pangan kota.

Melalui pengembangan ini, pihak dinas berkomitmen menghadirkan fasilitas publik yang tidak hanya edukatif tetapi juga berkelanjutan.

​”Kami berharap pengembangan kawasan Edufarm Barombong ini dapat menjadi kawasan edukasi pertanian yang representatif dan berkelanjutan,” tuturnya.

“Ini bukan sekadar penataan fisik, melainkan langkah nyata pemerintah dalam mendukung penuh program pengembangan urban farming (pertanian perkotaan) di Kota Makassar secara masif,” tambah Aulia Arsyad.

​Dengan adanya Edufarm Barombong yang terencana dengan baik, DP2 Makassar berharap masyarakat dan generasi muda di Kota Makassar, dapat memiliki akses langsung untuk belajar, berinovasi, dan menerapkan konsep pertanian modern di tengah keterbatasan lahan perkotaan. (*)

Comment