MENITNEWS.COM, MAKASSAR — CEO Media Sinergi, H. Rukman Nawawi, dijadwalkan menggelar kegiatan konsolidasi bersama para pemegang Kartu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam waktu dekat di Makassar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Konferensi PWI Sulawesi Selatan yang akan berlangsung pada 2 Juni 2026.
Pertemuan itu dirancang sebagai forum silaturahmi sekaligus penyamaan persepsi terkait dinamika organisasi menjelang pelaksanaan konferensi. Selain memperkuat komunikasi internal, konsolidasi juga diharapkan mampu menjaga soliditas dan mempererat hubungan antaranggota yang tergabung dalam jaringan Media Sinergi.
Dalam perspektif organisasi, kegiatan konsolidasi dinilai sebagai bagian dari hak berkumpul dan menyampaikan pendapat yang dijamin dalam ketentuan peraturan perundang-undangan, sepanjang tetap menjaga ketertiban umum, etika organisasi, serta tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) maupun Peraturan Organisasi PWI.
H. Rukman Nawawi menegaskan bahwa agenda tersebut bertujuan menciptakan suasana Konferensi PWI Sulsel yang kondusif, demokratis, dan menjunjung tinggi profesionalisme pers.
“Konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan menjaga marwah organisasi agar proses konferensi berjalan sesuai mekanisme dan aturan organisasi,” ujar Rukman Nawawi.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., mantan Ketua PWI Parepare yang saat ini menjabat Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Parepare.
Menurut Abdul Razak Arsyad, langkah yang dilakukan H. Rukman Nawawi mencerminkan sikap bijak seorang senior pers yang mengedepankan independensi dan kedewasaan demokrasi dalam tubuh organisasi wartawan.
“Saya mendukung pernyataan Kakanda H. Rukman Nawawi sebagai senior dan tokoh pers yang telah lama bergelut di tingkat nasional dengan memberikan kebebasan kepada anggota untuk menentukan pilihan secara independen berdasarkan visi dan misi calon ketua,” ujarnya.
Ia berharap Konferensi PWI Sulsel menjadi momentum memperkuat nilai demokrasi organisasi, sekaligus menjaga persatuan dan marwah insan pers di Sulawesi Selatan.
“Saya berharap Konferensi PWI Sulsel ini dapat melahirkan proses demokrasi yang sehat. PWI adalah milik wartawan yang ada di Sulsel, sehingga masa depan organisasi sangat bergantung pada kedewasaan dan pilihan para pemilik hak suara,” tambahnya.
Konferensi PWI Sulsel 2026 sendiri diharapkan menjadi ruang demokrasi organisasi yang menghadirkan kepemimpinan visioner, mampu menjaga independensi pers, serta memperkuat profesionalisme wartawan di tengah dinamika dunia media yang terus berkembang. (*)
Comment