MENITNEWS.COM, MAMUJU — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sepakat memperkuat sinergi dalam percepatan penanganan dan eliminasi Tuberkulosis (TBC). Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelibatan aktif seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat pejabat utama hingga personel di tingkat desa.
Komitmen bersama tersebut mengemuka dalam kegiatan Patroli Kesehatan Masyarakat yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini difokuskan pada deteksi dini kelompok masyarakat yang berisiko tinggi tertular TBC serta penguatan peran kepolisian dalam mendukung program nasional di wilayah Sulawesi Barat.
Agenda penting ini menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat serta Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju. Guna memastikan instruksi tersampaikan secara merata, kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama Polda Sulbar, Kapolres jajaran, Kasat Binmas, Kasat Polairud, Kasi Dokkes, hingga seluruh Bhabinkamtibmas se-Sulawesi Barat.
Pelaksanaan kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan visi makro Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Dalam visi tersebut, pembangunan sektor kesehatan ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.
Komitmen Preventif Korps Bhayangkara
Dalam arahannya, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada jajaran DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat yang telah memberikan edukasi serta pemahaman komprehensif mengenai strategi penanganan TBC. Menurutnya, percepatan eliminasi TBC merupakan amanat langsung dari Presiden Republik Indonesia yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk Polri.
“TBC bukan hanya persoalan sektor kesehatan semata, tetapi juga merupakan persoalan kemanusiaan dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Polri siap mendukung penuh upaya pemerintah melalui pendekatan preventif, edukatif, serta deteksi dini langsung di tengah-tengah masyarakat,” tegas Irjen Pol. Adi Deriyan.
Tantangan Kasus: Global dan Regional
Dalam pemaparan materi oleh Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, terungkap data bahwa Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan kontribusi kasus TBC terbesar kedua di dunia setelah India. Estimasi jumlah kasus di tingkat nasional telah menembus angka lebih dari satu juta kasus pada tahun 2024 yang lalu.
Sementara itu di tingkat regional, wilayah Sulawesi Barat diperkirakan memiliki tantangan tersendiri dengan proyeksi lebih dari 5.000 kasus TBC pada tahun 2026. Kondisi ini menuntut adanya upaya penemuan kasus secara aktif (active case finding) serta pengawalan pengobatan hingga pasien dinyatakan sembuh total.
Merespons situasi tersebut, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan konkret dari Polda Sulbar dalam akselerasi eliminasi penyakit menular ini.
“Kolaborasi antara sektor kesehatan dan kepolisian merupakan langkah yang sangat strategis untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengikis stigma negatif terhadap penderita TBC. Kehadiran rekan-rekan Bhabinkamtibmas hingga tingkat desa menjadi kekuatan besar dalam membantu edukasi dan penjangkauan masyarakat,” urai dr. Nursyamsi.
Inovasi “GARATTA TBC” Menuju Bebas TBC 2030
Lebih lanjut, dr. Nursyamsi Rahim menekankan bahwa percepatan eliminasi TBC tidak dapat dipikul oleh sektor kesehatan sendirian. Diperlukan sinergi dari seluruh komponen masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan demi mewujudkan target besar: Sulawesi Barat Bebas TBC 2030.
Sebagai pilar akselerasi, DKPPKB Sulbar memperkenalkan inovasi GARATTA TBC, sebuah pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat yang mendorong empat hal utama:
-
Penemuan kasus secara aktif di lapangan.
-
Pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) untuk kelompok rentan.
-
Pendampingan ketat proses pengobatan hingga pasien sembuh.
-
Penghapusan total stigma sosial terhadap pasien TBC.
Melalui integrasi program yang solid antara Polda Sulbar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pemerintah kabupaten, jajaran tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif warga, target eliminasi TBC pada tahun 2030 diharapkan dapat tercapai. Langkah besar ini optimis mampu mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang jauh lebih sehat, produktif, dan sejahtera di masa depan. (*)
Comment