MENITNEWS.COM, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan sektor peternakan berbasis potensi lokal.
Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah pengembangan budidaya Ayam Alope, hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Maros dan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Bupati Maros, Chaidir Syam, meninjau langsung perkembangan budidaya Ayam Alope di Kelompok Ternak Balangpunta, Kecamatan Tompobulu, Kamis (11/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Chaidir melihat kesiapan kelompok ternak yang saat ini telah mengelola sekitar 1.100 ekor Ayam Alope dan telah memasuki masa produksi.
“Alhamdulillah, saat ini kita sudah meninjau pengembangan Ayam Alope. Ini merupakan jenis ayam kampung yang pengembangannya merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin,” ujar Chaidir.
Menurutnya, pengembangan Ayam Alope menjadi salah satu upaya Pemkab Maros untuk meningkatkan populasi ayam kampung unggulan sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Maros.
Bupati Maros, Chaidir Syam, berharap Kelompok Ternak Balangpunta dapat berkembang menjadi sentra pembibitan Ayam Alope, yang mampu memenuhi kebutuhan peternak di berbagai wilayah Kabupaten Maros.
“Mudah-mudahan kelompok ternak ini bisa menjadi sumber bibit Ayam Alope bagi para peternak lainnya, sehingga pengembangan budidaya ayam ini bisa semakin masif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Program Hilirisasi Ayam Alope Kabupaten Maros yang juga Wakil Dekan III Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Muhammad Ihsan A. Dagong, mengatakan target populasi di Kelompok Ternak Balangpunta mencapai sekitar 1.500 ekor indukan.
Menurut Ihsan, pengembangan peternakan di Tompobulu difokuskan pada multiplikasi produksi bibit DOC (Day Old Chick) atau anak ayam umur sehari. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan kemandirian pasokan bibit bagi peternak lokal.
“Ke depan, peternakan ini diharapkan dapat menyuplai kebutuhan DOC secara mandiri bagi peternak di Kabupaten Maros, sehingga ketergantungan terhadap pasokan bibit dari luar daerah dapat dikurangi,” jelasnya.
Melalui kolaborasi antara Pemkab Maros, dan kalangan akademisi, program pengembangan Ayam Alope diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi ternak unggulan lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (*)
Comment