MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Takalar terus bergerak cepat dalam membuka peluang investasi dan kolaborasi internasional. Terbaru, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, melakukan kunjungan diplomasi ke kediaman resmi Konsul Jenderal (Konjen) Australia untuk Makassar, Mr. Todd Dias, di Makassar.
Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus menjajaki kolaborasi konkrit di sektor hilirisasi ekonomi, ketahanan pangan, hingga infrastruktur teknologi modern.
Dalam suasana diskusi yang hangat, kedua belah pihak menyepakati sejumlah poin krusial yang diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal di Kabupaten Takalar.
Salah satu topik utama yang menjadi pembahasan adalah pengembangan riset komoditas rumput laut.
Mengingat Takalar merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Sulawesi Selatan, kerja sama ini dibidik untuk menjadikan Takalar sebagai pusat inovasi komoditas pesisir.
Dukungan riset dari Australia diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus kesejahteraan para petani lokal.
Selain sektor kelautan, ketahanan pangan juga menjadi agenda prioritas. Pemkab Takalar dan pihak Australia menjajaki kerja sama di sektor peternakan sapi.
Kolaborasi ini nantinya akan mencakup transfer teknologi peternakan modern, dan manajemen pakan berkualitas.
juga peningkatan mutu genetik ternak dengan mengadopsi standar regulasi, dan pengalaman terbaik dari Australia.
Penjajakan Infrastruktur Digital (Data Center)
Tidak hanya berfokus pada sektor agraria dan maritim, pertemuan ini juga melirik potensi ekonomi digital masa depan.
Kedua pihak membahas secara serius rencana pembangunan Data Center (Pusat Data) di Kabupaten Takalar.
Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat posisi geografis Takalar yang dinilai sangat mendukung pengembangan infrastruktur teknologi modern skala besar di masa mendatang.
Romantisme Sejarah Nelayan Takalar dan Suku Aborigin
Di sela-sela pembahasan ekonomi modern, pertemuan ini diwarnai dengan kilas balik sejarah yang emosional.
Bupati Takalar mengulas kembali jejak historis para nelayan Takalar terdahulu yang memiliki kedekatan khusus dengan benua Australia.
Jauh sebelum batas negara modern terbentuk atau sejak abad ke-18, para nelayan dari Takalar dan wilayah Sulawesi Selatan lainnya telah mengarungi samudra menggunakan perahu pinisi hingga ke wilayah Australia utara (Arnhem Land), untuk mencari teripang.
Perdagangan tradisional ini terbukti telah menciptakan interaksi sosial-budaya yang kuat dan damai dengan suku asli Australia, Aborigin.
Menanggapi hal tersebut, Konjen Australia untuk Makassar, Mr. Todd Dias, menyambut baik seluruh poin kerja sama yang ditawarkan.
Ia menegaskan bahwa, fondasi sejarah yang telah terjalin ratusan tahun lalu menjadi modal utama yang sangat kuat, untuk membangun masa depan yang saling menguntungkan (mutual benefit) antara Australia dan Kabupaten Takalar, di bawah komando Bupati Takalar. (*)
Comment