Bahaya Pola Makan Tidak Teratur: Melewatkan Sarapan dan Makan Malam Larut Memicu Kolesterol Tinggi

(foto Ilustrasi: drobotdean/freepik)

ads
ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM– Kebiasaan melewatkan sarapan dan makan malam terlalu larut ternyata bukan hal sepele. Pola makan tidak teratur ini dapat memicu peningkatan kolesterol jahat (LDL), trigliserida, sekaligus menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang.

Hasil Penelitian Ungkap Dampak Buruk

Temuan penting ini berasal dari penelitian berjudul Habitual breakfast skipping and night eating associated with unfavorable changes in lipid profiles in Chinese adults: a longitudinal analysis.

  • Subjek Penelitian: Lebih dari 30.000 orang dewasa di Tiongkok.

  • Durasi: Empat tahun.

  • Hasil Utama: Orang yang sering melewatkan sarapan atau makan malam terlalu larut mengalami kenaikan tahunan LDL sebesar 0.89\dL dibandingkan mereka yang memiliki jadwal makan lebih teratur.

Para peneliti menegaskan bahwa meskipun peningkatannya terlihat kecil, pola makan yang dilakukan terus-menerus dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan jantung.

Efek peningkatan kolesterol lebih terasa pada wanita, individu dengan berat badan berlebih, serta orang yang jarang beraktivitas fisik.

Mengatur waktu makan menjadi langkah sederhana, namun berpengaruh besar untuk menjaga profil lipid tetap sehat.

Mengapa Waktu Makan Sangat Penting untuk Kolesterol

Penelitian ini juga mengisi celah pengetahuan mengenai efek gabungan antara melewatkan sarapan dan makan malam larut, topik yang sebelumnya jarang diteliti. Mayoritas partisipan awalnya sehat, tanpa riwayat penyakit jantung atau kolesterol tinggi.

Setiap tahun, pemeriksaan darah konsisten menunjukkan: Pola makan tidak teratur berkaitan dengan kenaikan LDL serta trigliserida, sekaligus penurunan kadar HDL.

Menurut Xiang Gao, MD, PhD, Dekan Institut Nutrisi Universitas Fudan, data ini menunjukkan ada hubungan antara waktu makan dengan profil lipid. Dia menekankan bahwa bukan hanya jenis makanan, tapi juga kapan seseorang makan yang harus diperhatikan.

Konsep Chrononutrition

Bidang ilmu chrononutrition menjelaskan bahwa waktu makan dapat memengaruhi metabolisme dan kesehatan jantung.

  • Melewatkan sarapan dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, memengaruhi sensitivitas insulin, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

  • Makan besar larut malam dapat mengganggu metabolisme karena tubuh lebih sulit memproses gula di malam hari. Hal ini memicu kenaikan berat badan dan risiko kolesterol tinggi, seperti disampaikan oleh ahli kesehatan masyarakat dan epidemiologi, Bernard Srour, PharmD, PhD.

Selain itu, makan larut malam juga dapat menunda produksi melatonin, hormon penting untuk kualitas tidur dan pengaturan metabolisme. Jika ritme biologis tubuh terganggu, proses metabolik pun menjadi tidak optimal.

Rekomendasi Sederhana untuk Menjaga Kolesterol Sehat

Agar kadar kolesterol tetap dalam batas sehat, para ahli memberikan beberapa rekomendasi sederhana:

  • Sarapan Teratur: Biasakan sarapan dalam beberapa jam setelah bangun tidur.

  • Hindari Makan Larut Malam: Hindari makan besar 2–3 jam sebelum tidur.

  • Konsistensi Jadwal: Jaga konsistensi jadwal makan, termasuk saat akhir pekan.

  • Aktivitas Fisik: Perbanyak aktivitas fisik, terutama jika jadwal makan kadang berantakan.

  • Pola Makan Sehat: Terapkan pola makan sehat seperti diet Mediterania yang kaya sayur, buah, biji-bijian, kacang, dan ikan.

  • Batasi: Batasi konsumsi makanan olahan, garam, gula, dan alkohol.

“Kalau punya faktor risiko penyakit jantung, memperhatikan waktu dan kualitas makanan bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar,” tutup ahli kardiologi, John Bostrom, MD, dikutip dari liputan6.com. (*)

Comment