MENITNEWS.COM, JENEPONTO — Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bontosunggu, bergerak cepat memperkuat sektor unggulan daerah dengan melakukan kunjungan langsung ke sentra industri garam di Desa Pallengu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya intensif untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar lebih berdaya saing dan naik kelas.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk penyuluhan perpajakan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga memberikan wawasan mendalam mengenai manajemen usaha yang berkelanjutan.
KP2KP Bontosunggu berkomitmen hadir sebagai mitra strategis bagi para petani garam dalam mengembangkan potensi ekonomi mereka.
Kepala KP2KP Bontosunggu, Zulfahri, menegaskan bahwa sektor garam di Desa Pallengu adalah aset berharga bagi Kabupaten Jeneponto. Namun, potensi besar tersebut perlu dibarengi dengan tata kelola usaha yang profesional.
”Kami ingin memastikan para pelaku UMKM, khususnya petani dan pengolah garam, memiliki pemahaman yang baik mengenai administrasi usaha dan perpajakan. Dengan demikian, usaha mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mampu naik kelas,” ujar Kepala KP2KP Bontosunggu, Zulfahri dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, tim KP2KP Bontosunggu juga membuka ruang dialog dua arah. Para pelaku usaha menyampaikan sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari kendala teknis produksi, keterbatasan sarana prasarana, hingga akses pemasaran yang masih terbatas.
Masukan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan pendampingan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
Apresiasi datang dari salah satu pelaku usaha setempat, Nurul Faidah, pemilik merek “Garam Sniper”. Ia mengaku edukasi dari tim perpajakan memberikan perspektif baru dalam mengelola usahanya secara legal dan terstruktur.
”Kami sangat terbantu. Informasi yang diberikan sangat jelas dan mudah dipahami. Kami berharap kegiatan pendampingan seperti ini dilakukan secara rutin agar usaha kami bisa semakin berkembang,” ungkap Nurul.
Melalui sinergi antara edukasi perpajakan dan pengembangan kapasitas UMKM, KP2KP Bontosunggu berharap para petani garam di Jeneponto dapat memperluas jangkauan pasar mereka.
Langkah KP2KP Bontosunggu ini, diharapkan mampu memberikan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan struktur ekonomi di Butta Turatea. (*)
Comment