MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Wakil Bupati (Wabup) Gowa, Darmawangsyah Muin, memberikan catatan tegas kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait keberlanjutan program prioritas nasional.
Ia meminta agar anggaran penanganan stunting dan kemiskinan tidak dipangkas demi menjaga tren positif penurunan kedua angka tersebut di daerah.
Hal itu ditegaskan Darmawangsyah saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2027 yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/4/2026).
Darmawangsyah menyoroti paradoks yang terjadi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Gowa dalam menekan angka stunting justru diikuti dengan pengurangan alokasi dana, yang dikhawatirkan dapat memicu lonjakan kasus kembali.
”Di Gowa, angka stunting sudah mulai menurun, tetapi justru anggarannya ikut berkurang. Jika anggaran dikurangi, tentu ada risiko angka stunting kembali meningkat,” ujar Darmawangsyah di hadapan peserta Musrenbang.
Wabup menekankan bahwa keberhasilan intervensi sangat bergantung pada kesinambungan pendanaan antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain stunting, Wabup Gowa juga memaparkan keberhasilan penurunan kemiskinan ekstrem melalui program berbasis masyarakat. Ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat menjalankan fungsi strategisnya sebagai penghubung antara pusat dan daerah.
”Pemprov Sulsel diharapkan menjadi playmaker yang menyambungkan kebijakan pusat dengan kebutuhan daerah. Indikator keberhasilan di daerah seharusnya menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan anggaran,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyatakan bahwa penanggulangan kemiskinan dan stunting merupakan agenda strategis dalam RPJMN 2025–2029. Ia sepakat bahwa pendekatan tidak boleh dilakukan secara parsial.
”Pendekatan penanggulangan kemiskinan harus komprehensif, terkoordinasi lintas sektor, dan berkelanjutan. Kebijakan harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM dan produktivitas ekonomi,” jelas Jufri.
Musrenbang Tematik ini bertujuan menyelaraskan strategi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar target penghapusan kemiskinan ekstrem di Sulawesi Selatan dapat tercapai secara permanen.
Dalam kegiatan ini, Wabup Gowa turut didampingi oleh Andy Azis Peter (Sekretaris Daerah), Sujjadan (Kepala Bappeda), Taslim (Kepala Balitbangda), dan Muh Fajaruddin (Kepala Dinas Perdastri). (*)
Comment