Hadapi El Nino Gozilla, BPBD Makassar Siagakan Ribuan Tandon Air di Wilayah Rawan

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi memuncak pada pertengahan tahun 2026 ini.

Sebagai langkah konkret, ribuan tandon air mulai disiapkan untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

​Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat diprediksi melanda Indonesia mulai Mei hingga Juli mendatang. Kondisi ini memicu musim kemarau yang lebih kering, lebih panjang, dan datang lebih awal dibanding tahun sebelumnya.

Enam Kecamatan Masuk Zona Merah

​Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Makassar, Muh Fadli Thahar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan enam wilayah kecamatan yang paling rentan terdampak krisis air bersih.

Wilayah tersebut meliputi ​Kecamatan Tallo, ​Kecamatan Ujung Tanah, ​Kecamatan Biringkanaya, ​Kecamatan Tamalanrea, ​Kecamatan Panakkukang, dan ​Kecamatan Manggala.

​”Kami tengah menyiapkan ribuan tandon air untuk didistribusikan ke titik-titik krisis. Ini adalah langkah antisipasi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi saat puncak kekeringan di triwulan III nanti,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, Selasa (21/4/2026).

​Kalaksa BPBD Makassar, Fadli menjelaskan bahwa,  langkah pra-siaga telah dilakukan sejak Maret atas instruksi langsung Wali Kota Makassar.

Proses ini mencakup rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penyusunan SOP, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).

​Memasuki bulan Juni 2026, BPBD Makassar dijadwalkan akan mendirikan posko siaga darurat, melakukan simulasi penanganan krisis, serta memberikan edukasi masif kepada masyarakat mengenai penghematan air.

​”Tahap siaga darurat akan berlangsung dari Juli hingga Oktober. Fenomena yang sering disebut ‘El Nino Gozilla’ ini tidak hanya mengancam pasokan air, tapi juga meningkatkan risiko kebakaran lahan, gangguan kesehatan, hingga stabilitas suplai listrik,” tambah Fadli.

​Selain fokus pada bantuan masyarakat, BPBD Makassar juga menekankan aspek keselamatan kerja bagi para petugas di lapangan. Mengingat kondisi udara yang kering dan berdebu, seluruh personel diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) standar, termasuk masker saat bertugas.

​Dengan persiapan yang matang ini, BPBD Makassar berharap dampak buruk dari siklus iklim ekstrem tahun ini, dapat diminimalisir secara efektif. (*)

Comment