Hapus Kesan Kumuh, Perumda Terminal Makassar Metro Sulap Tiga Terminal Jadi Simpul Ekonomi Modern

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro, tengah melakukan transformasi besar-besaran untuk mengubah citra transportasi publik.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Elber Maqbul Amin, tiga terminal utama—Daya, Mallengkeri, dan Toddopuli—kini bersiap menanggalkan kesan kumuh dan semrawut menuju konsep yang lebih modern serta produktif.

​Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, menegaskan bahwa pembenahan tahun 2026 ini difokuskan pada penguatan infrastruktur dan optimalisasi fungsi pelayanan.

​”Tahun 2026 ini menjadi momentum pembenahan menyeluruh. Target kami, di tahun 2027 fokusnya tinggal pemeliharaan karena infrastruktur dasar sudah rampung tahun ini,” ujar Elber dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

​Sebagai terminal tipe A yang melayani rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Terminal Regional Daya (TRD) menjadi prioritas utama. Meski melayani hingga 200 kendaraan per malam dengan arus 2.000 penumpang, terminal ini masih terkendala aktivitas “terminal bayangan”.

​Elber menyebutkan, banyak bus dan penumpang yang masih melakukan aktivitas naik-turun di luar area resmi. Hal ini membuat kawasan dalam terminal tampak sepi di siang hari.

​”Kami sudah siapkan sarana yang representatif. Sekarang kami menunggu sinergi dari Dinas Perhubungan untuk penegakan regulasi. Jika semua kendaraan masuk ke dalam, ekonomi di dalam terminal—seperti kios dan UMKM—akan hidup kembali seperti di bandara,” jelas Dirut Perumda Terminal Makassar Metro.

Terminal Mallengkeri: Jadi Pusat Logistik Malam Hari

​Perubahan signifikan juga terlihat di Terminal Mallengkeri. Selain perbaikan akses jalan untuk menghilangkan genangan air, terminal ini kini disiapkan menjadi solusi bagi pedagang pasar bongkar muat.

​Melalui kolaborasi dengan Perumda Pasar Makassar, Terminal Mallengkeri akan menampung relokasi pedagang dari Pasar Kalimbu.

​”Konsepnya adalah pasar bongkar muat pada malam hari agar tidak mengganggu operasional transportasi di pagi dan siang hari. Ini solusi agar pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan,” tambah Elber.

Terminal Toddopuli: Dari Transit Menuju Ruang Terbuka Hijau

​Berbeda dengan dua terminal lainnya, Terminal Toddopuli akan dialihfungsikan menjadi ruang publik yang lebih fungsional. Dengan luas lahan mencapai 1,6 hektare (hasil kolaborasi dengan Perumnas), kawasan ini akan disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

​Rencananya, Toddopuli akan dilengkapi dengan fasilitas Jogging track dan area olahraga, Zona usaha tenan yang tertata rapi, serta Area parkir luas dan asri.

​Untuk merealisasikan visi besar ini, Pemkot Makassar membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga maupun investor swasta. Elber optimistis, dengan infrastruktur yang memadai dan regulasi yang tegas, terminal bukan lagi sekadar tempat transit, melainkan wajah kota yang mencerminkan kualitas pelayanan publik yang modern.

​”Terminal bukan lagi titik transit yang menyeramkan, melainkan ruang publik yang nyaman, tertib, dan memiliki nilai estetika bagi warga Makassar,” pungkas Dirut Perumda Terminal Makassar Metro. (*)

Comment