MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Universitas Hasanuddin (Unhas) yang menghadirkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Inisiatif ini dinilai sebagai model konkret integrasi antara riset akademis dan kebijakan strategis nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Prof. Brian dalam rangkaian agenda U25 Leaders Forum Rektor PTN-BH di Makassar.
Menurutnya, SPPG Unhas bukan sekadar program tambahan, melainkan bukti nyata pergeseran peran perguruan tinggi dari pusat teori menjadi aktor implementasi kebijakan publik.
Dalam arahannya, Prof. Brian menekankan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul tidak bisa dilepaskan dari pemenuhan gizi yang baik.
Mendiktekristi mengingatkan bahwa, inovasi teknologi dan daya saing global mustahil tercapai tanpa kesehatan yang mumpuni sejak dini.
“Kita sering berbicara tentang teknologi dan kompetisi global, tetapi lupa bahwa pondasinya dimulai dari apa yang dikonsumsi anak-anak kita setiap hari,” tegas Mendiktekristi, Prof. Brian.
Ia menambahkan bahwa aspek gizi memiliki korelasi langsung terhadap kemampuan kognitif, daya belajar, serta produktivitas generasi masa depan Indonesia.
Keunggulan SPPG Unhas terletak pada dukungan tenaga ahli, riset mendalam, serta jejaring pengabdian masyarakat yang kuat. Prof. Brian berharap model yang dikembangkan Unhas dapat menjadi rujukan bagi wilayah lain di Indonesia.
“Kehadiran SPPG menjadi contoh konkret yang tidak hanya dapat direplikasi, tetapi juga dikembangkan sebagai basis penelitian untuk penyempurnaan kebijakan ke depan,” lanjutnya.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 18 Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Dari daftar tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatatkan diri sebagai satu-satunya kampus pengelola SPPG yang berada di luar Pulau Jawa.
Mendiktekristik berharap, langkah strategis Unhas ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas gizi dan kesehatan di wilayah Indonesia Timur melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi. (*)
Comment