Akselerasi Swasembada Pangan, Unhas dan PT Industri Padi Nusantara Kolaborasi Teknologi Pertanian

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat sinergi dengan sektor industri untuk menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.

Melalui kerja sama strategis dengan PT Industri Padi Nusantara, Unhas berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi pertanian yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

​Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dan Presiden Direktur PT Industri Padi Nusantara, H. A. Nursyam Halid, di Ruang Rektor Lantai 8, Kampus Unhas Tamalanrea, Jumat (24/42026).

​Rektor Unhas yang akrab disapa Prof JJ menegaskan bahwa perguruan tinggi mengemban tanggung jawab besar dalam mendorong kemandirian bangsa.

Menurutnya, riset akademik tidak boleh hanya berhenti di perpustakaan, tetapi harus menjadi solusi nyata di lapangan.

​”Kami terus mencari mitra yang dapat membuka peluang penguasaan teknologi. Unhas memiliki sumber daya besar yang harus diarahkan untuk berkiprah nyata dalam pembangunan bangsa,” ujar Prof JJ.

​Ia menambahkan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci utama, agar Indonesia tidak terus bergantung pada pihak luar, terutama di sektor strategis seperti pertanian.

​Founder PT Industri Padi Nusantara, Prof. Dr. Drs. H. A. M. Nurdin Halid, mengungkapkan bahwa visi perusahaan sangat sejalan dengan Unhas, dalam mendukung swasembada beras melalui pendekatan modern. Fokus utama kerja sama ini meliputi:

​Teknologi Pembibitan: Pengembangan benih unggul yang adaptif.

​Modernisasi Produksi: Transformasi sistem pertanian tradisional ke mekanisasi.

​Quality Control: Memastikan produk pangan memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun internasional.

​”Kami berharap kerja sama ini melahirkan entitas yang fokus pada teknologi pembibitan untuk melayani kebutuhan petani Indonesia secara luas,” jelas Nurdin Halid.

​Berbeda dengan kerja sama formalitas, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan akselerasi.

Langkah selanjutnya adalah segera memproses Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar program kerja dapat langsung diimplementasikan.

​”MoU ini dirancang sebagai langkah akseleratif. Harapan kami segera masuk ke tahap PKS guna memastikan dampak nyata bagi masyarakat dapat dirasakan dalam waktu dekat,” pungkas Nurdin.

​Penandatanganan ini turut disaksikan oleh jajaran Pimpinan Unhas, dan perwakilan manajemen PT Industri Padi Nusantara, menandai babak baru kolaborasi link-and-match antara dunia pendidikan dan industri di Sulawesi Selatan. (*)

Comment