Wujudkan Makassar Bersih, Warga Kecamatan Ujung Pandang Diedukasi Pilah Sampah Dari Rumah

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman terus digalakkan di Kota Makassar. Melalui gerakan “Pilah Sampahta, Jaga Makassarta”, masyarakat Kecamatan Ujung Pandang, kini diajak untuk memulai perubahan besar dari langkah kecil, yakni memilah sampah langsung dari sumbernya atau rumah tangga.

​Memilah sampah bukan sekadar kebiasaan rutin, melainkan langkah nyata dalam mengurangi beban pencemaran lingkungan.

Dengan pemisahan yang tepat, proses pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan menjadi lebih efektif dan bernilai guna.

​Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, AP menekankan bahwa, kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam menjaga estetika dan kebersihan kota.

Menurutnya, partisipasi aktif warga sangat menentukan keberhasilan program lingkungan pemerintah.

​”Kami mengimbau seluruh warga, khususnya di wilayah Ujung Pandang, untuk konsisten memilah sampah dari rumah. Ini adalah bentuk cinta kita terhadap Kota Makassar agar tetap indah dan layak huni bagi generasi mendatang,” ujar Nanin Sudiar.

​Senada dengan hal tersebut, Muhammad Guntur yang mewakili jajaran otoritas Kecamatan Ujung Pandang, menambahkan bahwa edukasi mengenai jenis sampah sangat penting agar masyarakat tidak keliru dalam melakukan pemilahan.

​”Penting bagi kita untuk mengenali kategori sampah. Ada organik, anorganik, hingga limbah berbahaya (B3). Jika ini disiplin diterapkan, kita tidak hanya mengurangi penumpukan sampah, tapi juga membantu petugas kebersihan bekerja lebih efisien,” jelas Guntur, mewakili Kecamatan Ujung Pandang.

​Berikut adalah panduan praktis pemisahan sampah yang disosialisasikan kepada warga:

​Sampah Organik (Wadah Hijau): Meliputi sisa makanan, daun kering, dan kulit buah.

​Sampah Anorganik (Wadah Biru): Meliputi plastik, botol bekas, kaleng, dan kertas.

​Sampah B3 (Wadah Oranye): Meliputi barang berbahaya seperti baterai bekas, lampu, dan obat kedaluwarsa.

​Sampah Residu (Wadah Hitam): Meliputi popok sekali pakai, tisu kotor, dan styrofoam.

​Dengan memulai pemilahan ini, warga Kecamatan Ujung Pandang diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan hijau. Mari bergerak bersama: Pilah sampahta, jaga Makassarta! (*)

Comment