MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mempertegas posisinya sebagai kampus riset kelas dunia.
Berdasarkan hasil monitoring tahun 2026, enam jurnal ilmiah kelolaan Unhas sukses meningkatkan reputasi di basis data global Scopus, dengan dua di antaranya berhasil menembus Kuartil 1 (Q1)—kasta tertinggi dalam sistem pemeringkatan jurnal internasional.
Kedua jurnal yang mencetak sejarah tersebut adalah Forest and Society dari bidang Kehutanan dan Hasanuddin Law Review (HALREV) dari Fakultas Hukum.
Sebelumnya, pada tahun 2025, kedua jurnal ini berada di posisi Q2. Keberhasilan HALREV menembus Q1 sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi kontribusi kajian hukum Indonesia di level dunia.
Selain dua jurnal di posisi puncak, empat jurnal Unhas lainnya tercatat konsisten mempertahankan performa mereka di kancah internasional, yakni:
Canrea Journal (Food Technology, Nutrition, and Culinary): Bertahan di Q3.
Journal of Dentomaxillofacial Science: Bertahan di Q3.
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia: Bertahan di Q4.
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea: Bertahan di Q4.
Sekretaris Publication Management Center (PMC) Unhas, Prof. Ir. Andi Dirpan, STP., M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari transformasi ekosistem publikasi yang dilakukan secara konsisten.
”Peningkatan ini tidak terjadi instan. Kami memperkuat tata kelola melalui platform Digital Commons by Elsevier yang membantu visibilitas artikel dan profesionalisme editorial hingga terintegrasi dengan jejaring internasional,” ujar Prof. Andi Dirpan.
Tak puas hanya di Scopus, Unhas kini mulai membidik indeksasi Web of Science (WoS).
Langkah ini diambil untuk memastikan karya ilmiah sivitas akademika Unhas memiliki dampak akademik dan sitasi yang lebih luas di skala global.
”Strategi kami ke depan adalah indeksasi ganda, Scopus dan WoS. Ini penting untuk memperkuat daya saing riset kita,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pimpinan Universitas Hasanuddin juga telah menyiapkan skema insentif dan penghargaan bagi para pengelola jurnal. Hal ini diharapkan menjadi lecutan semangat bagi jurnal-jurnal lain yang saat ini masih berstatus SINTA 2 agar segera menembus standar Scopus dalam waktu dekat.
Kenaikan peringkat jurnal-jurnal ini menjadi indikator kuat sehatnya ekosistem akademik di Unhas, dimana inovasi dan gagasan diuji secara ketat sebelum disebarluaskan ke masyarakat dunia. (*)
Comment