PDB Pertanian Tumbuh Rekor, Mentan Amran Sabet Penghargaan Most Popular Leader 2026

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, resmi dianugerahi penghargaan Most Popular Leader Awards 2026 oleh The Iconomics.

Penghargaan bergengsi ini diberikan dalam rangkaian CEO Forum & Indonesia Best CEO Awards 2026, yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, baru-baru ini.

​Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan visioner Mentan Amran, yang dinilai berhasil membawa sektor pertanian tetap tangguh di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

​Kepemimpinan Tangguh di Tengah Krisis

​Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menyatakan bahwa kriteria penilaian didasarkan pada kemampuan pemimpin dalam menghadapi disrupsi rantai pasok dan biaya produksi yang membengkak.

​“Kondisi ekonomi saat ini menuntut pemimpin yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga ketahanan. Mentan Amran dinilai memiliki keberanian mengambil keputusan strategis berbasis data di tengah dinamika global,” ujar Bram.

​Keberhasilan Swasembada dan Kesejahteraan Petani

​Di bawah komando Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatatkan sejumlah capaian fenomenal yang menjadi dasar kuat raihan penghargaan ini:

​Pertumbuhan PDB Tertinggi: PDB sektor pertanian tahun 2025 tumbuh 5,74%, angka tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

​Swasembada Tercepat: Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan hanya dalam waktu satu tahun (2025).

​Kesejahteraan Petani: Nilai Tukar Petani (NTP) menembus angka 125,35, rekor tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

​Stok Beras Aman: Per 23 April 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat kuat di angka 5.000.198 ton.

​Respons Mentan Amran: Hadiah Untuk Petani

​Menanggapi penghargaan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa, pencapaian ini adalah buah kerja keras seluruh insan pertanian dan para petani di lapangan.

​“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tapi untuk seluruh petani Indonesia yang terus bekerja menjaga pangan kita. Dalam situasi global yang tidak pasti, kita harus bergerak cepat dan tepat melalui pompanisasi, optimalisasi lahan, serta modernisasi alat mesin pertanian,” tegas Amran.

​Saat ini, Kementan terus memacu kebijakan pro-petani, termasuk penurunan harga pupuk subsidi hingga 20% dan penguatan sistem early warning untuk stabilitas produksi nasional.

Mentan Amran menyatakan, kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Daerah, BUMN, dan pelaku usaha pun diperkuat guna menjamin kelancaran distribusi pangan dari hulu ke hilir. (*)

Comment