Suntikan Investasi Rp5,29 Triliun, Wali Kota Makassar Resmikan Pengembangan Kawasan Mixed-Use Mal Ratu Indah

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Kota Makassar mempertegas posisinya sebagai magnet investasi di Indonesia Timur. Hal ini ditandai dengan seremoni groundbreaking pengembangan kawasan mixed-use Mal Ratu Indah (MaRI) yang dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung meletakkan batu pertama proyek strategis tersebut.

Dalam sambutannya, Appi mengapresiasi langkah Kalla Group yang terus konsisten memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur dan ekonomi kota.

​”Hari ini kita menjadi saksi kemajuan besar. Pembangunan kawasan mixed-use ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol pertumbuhan ekonomi yang progresif dan inklusif bagi masyarakat Makassar,” ujar Appi.

​Pengembangan lahan seluas tiga hektare ini, diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Appi menekankan bahwa kehadiran konsep mixed-use yang mengintegrasikan pusat perbelanjaan, hunian, dan perkantoran, akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

​Berdasarkan data Pemerintah Kota Makassar, realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai Rp5,29 triliun, melonjak signifikan sebesar 38,48% dibandingkan tahun sebelumnya.

Proyek pengembangan MaRI ini, dinilai sangat relevan dengan tren investasi dominan di sektor properti dan perdagangan.

​”Investasi yang masuk berbanding lurus dengan kesejahteraan. Kami memastikan bahwa proyek ini akan membuka peluang kerja yang luas serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk ‘naik kelas’ di dalam ekosistem mal modern,” tutur Wali Kota Makassar.

​Guna mendukung percepatan proyek, Pemerintah Kota Makassar menjamin kemudahan layanan birokrasi.

Appi menegaskan bahwa, sistem perizinan satu pintu yang diterapkan saat ini sangat transparan dan bebas dari praktik pungutan liar maupun perantara (calo).

​”Kami berikan dukungan maksimal agar proyek selesai tepat waktu. Seluruh proses perizinan dilakukan secara terbuka dan profesional demi menjaga iklim investasi yang sehat,” tegas Politisi Golkar tersebut.

​Proyek ini juga menjadi bagian dari visi besar Makassar MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).

Dengan mobilitas penduduk yang mencapai dua juta jiwa pada siang hari, pengembangan kawasan terintegrasi seperti MaRI dianggap sebagai solusi atas kebutuhan ruang publik, rekreasi, dan pusat bisnis yang modern.

​”Kita ingin menjadikan Mal Ratu Indah sebagai ikon baru yang berdaya saing global, namun tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata ruang kota yang berkelanjutan,” tutup Wali Kota Makassar. (*)

Comment