Berdayakan UMKM Perempuan, Bank Sulselbar Gelar Bootcamp dan Business Matching 2026

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bank Sulselbar mempertegas komitmennya terhadap penguatan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan Bootcamp 2026 bertajuk “Perempuan Berdaya, Ekonomi Berjaya”.

Kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pelaku usaha ini sukses menjaring 50 UMKM sektor Food & Beverage (F&B) terbaik dari total 117 pendaftar.

​Program ini dirancang secara komprehensif melalui sesi Coaching Clinic yang membekali para peserta dengan empat pilar utama pengembangan usaha:

​Legalitas & Sertifikasi: Pembekalan mengenai perizinan melalui DPMPTSP serta akselerasi sertifikasi halal.

​Digitalisasi Bisnis: Optimalisasi laporan keuangan melalui aplikasi SIAPIK dan strategi Digital Marketing terkini.

​Operasional Unggul: Edukasi mengenai Smart Packaging serta sesi berbagi pengalaman (success story) inspiratif.

​Strategi Finansial: Pendalaman strategi akses perbankan guna mendukung ekspansi skala usaha.

​Puncak acara ditandai dengan sesi Business Matching. Dalam tahapan ini, para pelaku UMKM melakukan presentasi proposal bisnis di hadapan dewan juri untuk memperebutkan akses permodalan strategis dari Bank Sulselbar.

​Sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan performa selama kegiatan, Bank Sulselbar menyerahkan reward berupa modal tambahan senilai jutaan rupiah kepada tiga peserta terbaik. Langkah ini diharapkan menjadi stimulus nyata bagi para “Kartini Modern” untuk terus naik kelas.

​Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian bank terhadap keberlanjutan ekonomi di Sulawesi Selatan dan Barat.

​”Kami percaya bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam ketahanan ekonomi keluarga maupun daerah. Melalui Bootcamp 2026 ini, Bank Sulselbar tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga investasi ilmu dan pendampingan agar UMKM perempuan kita mampu bersaing di pasar digital dan memiliki legalitas yang kokoh,” ujar Hartani Djurnie, Rabu (29/4/2026).

​Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh, mandiri, dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan. (*)

Comment