MENITNEWS.COM, MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri peringatan Harlah ke-66 sekaligus Halalbihalal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Waterpark Maleo, Selasa (28/4/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda di tengah kemajuan teknologi.
Kontribusi Nyata Kader PMII

Suhardi mengapresiasi kontribusi besar kader PMII yang kini telah tersebar di berbagai sektor strategis nasional. Menurutnya, hal ini adalah bukti nyata pengabdian organisasi terhadap bangsa.
“Banyak menteri kita adalah kader PMII, ada juga Anggota DPR RI, pengusaha, hingga hakim. Mereka semua telah mengabdikan diri dalam perjalanan bangsa ini,” ujar Ketua IKA PMII Sulbar tersebut.
Sikap Kritis dan Objektivitas
Sebagai pemimpin daerah, Suhardi mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga idealisme dengan bersikap objektif terhadap pemerintah. Ia mendorong kader untuk tidak ragu memberikan dukungan maupun kritik yang membangun.
Dukung: Berikan apresiasi jika kebijakan pemerintah dinilai baik bagi rakyat.
Kritik: Sampaikan evaluasi, bahkan aksi demonstrasi jika ada kebijakan yang tidak berjalan semestinya.
Tujuan: Menjaga marwah perjuangan organisasi agar tetap berada di jalur yang benar.
Dari ASN Menuju Wirausaha Digital
Salah satu poin utama yang ditekankan Gubernur adalah pergeseran orientasi karier. Ia mengajak kader PMII untuk tidak lagi terpaku pada cita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan berani melirik dunia usaha.
Ia menjelaskan bahwa teknologi telah menghapus batasan fisik dalam berbisnis:
Manfaatkan Gelar: Gunakan kapasitas sebagai sarjana dan kaum terdidik untuk menjadi entrepreneur.
Optimalkan Teknologi: Cukup dengan ponsel, produk masyarakat bisa dipasarkan hingga ke luar negeri tanpa perlu toko fisik.
Koperasi Merah Putih: Pemerintah terus mendorong agar produk desa dapat diserap melalui wadah koperasi.
Pesan Penutup: Optimisme dan Landasan Nilai
Menutup sambutannya, Suhardi meminta para kader untuk terus memupuk rasa optimis dalam mengejar mimpi. Ia juga berpesan agar setiap langkah perjuangan kader PMII tetap berpijak pada nilai-nilai organisasi.
“Tetaplah optimis, terus berdoa, dan jangan pernah melupakan platform perjuangan kita, yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah,” pungkasnya. (*)
Comment