Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Makassar Buka Akses Keuangan Nyata

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berkomitmen memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

Melalui Bagian Perekonomian Setda Kota Makassar, Pemkot menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan TPAKD bertajuk “Dari Literasi ke Aksi: Akses Keuangan Nyata untuk UMKM Makassar” di Hotel Golden Tulip, baru-baru ini.

​Acara ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Akhmad Namsum.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya memahami teori keuangan, tetapi juga mampu mengakses layanan keuangan formal yang aman dan produktif.

​Guna memberikan wawasan komprehensif, kegiatan ini menghadirkan jajaran narasumber ahli dari berbagai sektor strategis, di antaranya:

​Muhammad Alwi Azis (Supervisor Shopee Merchant Makassar) – Terkait digitalisasi pasar.

​Rizky, SE (MSP Produk Non Gadai PT Pegadaian Kantor Area Makassar 1) – Terkait solusi pembiayaan non-bank.

​Dwi Agni Ganestra Chaniago (Area Micro and Pawning Manager Bank Syariah Indonesia Area Makassar) – Terkait perbankan syariah.

​Faridah Kadir (Tim Ahli Perekonomian Pemkot Makassar) – Terkait kebijakan ekonomi daerah.

​Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Makassar, Muhammad Amri, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan langkah konkret Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memecahkan hambatan klasik UMKM, yakni akses permodalan.

​”Melalui tema ‘Dari Literasi ke Aksi’, kami ingin memastikan edukasi keuangan ini membuahkan langkah nyata. Kami ingin UMKM Makassar berani mengambil keputusan bisnis yang tepat dan memanfaatkan lembaga keuangan formal untuk ekspansi usaha,” ujar Amri.

Klinik Keuangan dan Konsultasi Langsung

​Berbeda dengan seminar biasa, peserta mendapatkan kesempatan langka untuk berdiskusi langsung dengan para praktisi melalui Klinik Keuangan.

Di sini, para pelaku usaha dapat berkonsultasi mengenai strategi pengembangan bisnis, simulasi pengambilan kredit, hingga prosedur akses pembiayaan yang selama ini dianggap rumit.

​Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan marketplace, Pemkot Makassar berharap indeks inklusi keuangan di Kota Daeng terus meningkat, sekaligus memastikan UMKM lokal siap bersaing di kancah nasional maupun global. (*)

Comment