APPMBGI Sulsel Dorong Standarisasi Program MBG Bersama Gubernur Andi Sudirman

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Upaya penguatan kualitas gizi masyarakat di Sulawesi Selatan, memasuki babak baru. Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Sulsel, melakukan audiensi dengan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, di Rumah Jabatan Gubernur pada Senin (4/5/2026).

​Pertemuan strategis ini menjadi momentum APPMBGI untuk memperkenalkan struktur kepengurusan sekaligus memaparkan roadmap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Selatan.

​Ketua DPD I APPMBGI Sulsel, Sri Asri Wulandari, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya membawa misi besar untuk memastikan penyediaan makanan bergizi dilakukan secara terukur, profesional, dan berkelanjutan.

​”Kami berfokus pada dua pilar utama: pengelolaan makanan bergizi yang berkelanjutan dan penguatan peran pengusaha lokal dalam mendukung ketahanan gizi masyarakat,” ujar Sri Asri di hadapan Gubernur.

​Digitalisasi dan Sertifikasi Jadi Prioritas

​Dalam paparannya, APPMBGI Sulsel menawarkan lima langkah strategis guna menjamin kualitas layanan kepada masyarakat, yakni:

​Standarisasi Layanan: Penerapan SOP operasional yang ketat.

​Peningkatan SDM: Pelatihan dan sertifikasi bagi pengelola makanan.

​Monitoring Berbasis Data: Pengawasan ketat melalui sistem evaluasi yang akurat.

​Integrasi Rantai Pasok: Mengoptimalkan bahan baku lokal.

​Digitalisasi: Transparansi layanan melalui sistem teknologi informasi.

​Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut hangat kehadiran APPMBGI.

Ia menilai inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah, dalam meningkatkan kualitas hidup warga melalui asupan gizi yang baik.

​“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat terbuka terhadap sinergi dengan berbagai pihak. Kami berharap APPMBGI dapat menjadi mitra strategis yang memberikan manfaat nyata dan luas bagi masyarakat Sulsel,” ungkap Andi Sudirman.

​Pertemuan APPMBGI ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi erat antara sektor swasta dan pemerintah, dalam menekan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan melalui program pangan yang terstandarisasi di Bumi Sawerigading. (*)

Comment