APPMBGI Sidak Dapur SPPG dan Jenguk Siswa Korban Keracunan di Pulogebang, Bro Rivai Dorong Audit Total Rantai Pasok MBG

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa, dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulogebang, Jakarta Timur, memicu respons cepat dari otoritas terkait. DPP Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan nasional.

​Ketua Umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, turun langsung menjenguk para siswa yang dirawat di Rumah Sakit Citra Harapan, Bekasi, pada Minggu (10/5/2026).

Didampingi Wakil Ketua Umum I, Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, Bro Rivai, sapaan karib Abdul Rivai Ras, memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang mengalami gejala mual, muntah, dan diare sejak Jumat lalu.

​”Kami hadir untuk memastikan kondisi anak-anak dan memastikan kejadian ini menjadi pelajaran krusial. Kualitas pelayanan MBG harus ditingkatkan agar benar-benar aman bagi masyarakat,” tegas Bro Rivai.

​Temuan Awal dan Sorotan Izin Dapur

​Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 252 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan. Usai dari rumah sakit, tim APPMBGI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang 15.

​Hasil tinjauan awal menunjukkan adanya dugaan penurunan kualitas pada salah satu menu saat proses distribusi.

Selain itu, terungkap bahwa SPPG Pulogebang 15 yang baru beroperasi sejak Maret 2026 tersebut ternyata masih dalam proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

​Ketua Umum APPMBGI, Bro Rivai menekankan bahwa, keamanan pangan dalam skala masif tidak bisa hanya mengandalkan pengecekan di dapur akhir.

APPMBGI menyoroti pentingnya disiplin pada seluruh rantai pasok MBG ke sekolah.

​”Rantai pasok dari hulu ke hilir—mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, hingga distribusi ke tangan siswa—harus dicermati secara detail. Lemahnya pengawasan distribusi adalah titik rawan yang harus segera dibenahi,” tambahnya.

​Langkah Strategis APPMBGI

​Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional, APPMBGI menyiapkan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa, di antaranya:

​Percepatan Sertifikasi: Mendorong seluruh dapur MBG segera mengantongi izin resmi.

​Pelatihan Ketat: Memperkuat edukasi keamanan pangan bagi seluruh penjamah makanan (food handlers).

​Digitalisasi Pengawasan: Mengoptimalkan MBG Command and Control Centre untuk deteksi dini risiko di lapangan.

​Audit Menyeluruh: Melakukan evaluasi sistem pengadaan dan logistik pangan secara nasional.

​Hingga saat ini, APPMBGI bersama masyarakat masih menunggu hasil uji laboratorium resmi dari Dinas Kesehatan dan BPOM, untuk memastikan penyebab utama kontaminasi pada paket makanan tersebut. (*)

Comment