Kloter 2 Kontingen Pesparawi Sulsel Tiba di Manokwari, Disambut Hangat Warga Perantau

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MANOKWARI – Sebanyak 55 anggota Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 2 resmi mendarat di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, pada Rabu (17/6/2026) pagi.

Rombongan bertolak dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada dini hari sekitar pukul 03.20 WITA menggunakan dua maskapai, Lion Air dan Super Air Jet. Setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 2 jam 40 menit, pesawat mendarat dengan mulus tepat pukul 07.00 WIT.

Penerbangan ini juga membawa gelombang peserta Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 dari provinsi lain, yakni Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komposisi Delegasi Kloter 2 Sulsel

Untuk Kloter 2 ini, delegasi Sulsel diperkuat oleh 21 orang dari Panitia Pemberangkatan serta Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulsel.

Sementara 34 orang lainnya merupakan rombongan utusan LPPD Kota Palopo yang dipimpin langsung oleh Ibu Emy Ibrahim. Rombongan ini terdiri dari peserta kategori Paduan Suara Anak (PSA), Solo Remaja Pemuda Puteri, pelatih, official, serta orang tua pendamping.

Penyambutan Adat dan Isak Haru di Bandara

Suasana haru dan penuh kekeluargaan langsung pecah begitu rombongan menapakkan kaki di gerbang keluar Bandara Rendani, Sowi, Distrik Manokwari Selatan.

Ratusan warga perantau asal Sulawesi Selatan yang mayoritas merupakan masyarakat suku Toraja telah menyemut untuk memberikan sambutan hangat kepada rombongan yang dipimpin oleh Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, S.Th, dan Ketua Panitia Pemberangkatan, Alfred CB, SS.

Prosesi penyambutan dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Martina S. Rumpawe, S.Th. Sebagai bentuk penghormatan, dilakukan penyematan Topi Adat Papua kepada Pdt. Adrie O. Massie dan Alfred CB.

Penyematan dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Papua Barat, Jainab Uswanas, SE, M.Si, bersama Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua Barat, Ir. Kornelius Mangalik, serta Pengurus IKT Manokwari, Sovian L. Lipu.

Fasilitas Markas Komando dan Ramah Tamah

Setelah sesi foto bersama di bandara, rombongan Kloter 2 langsung diarahkan menuju Kompleks Kantor Badan Pengembangan SDM Provinsi Papua Barat. Fasilitas ini akan menjadi markas komando sekaligus tempat menginap bagi para duta seni suara asal Sulsel selama kompetisi berlangsung.

Setibanya di lokasi, seluruh rombongan dijamu dalam acara ramah tamah dan sarapan pagi bersama di Ruang Makan Gedung Hiu Bintang.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengembangan SDM Papua Barat, Jainab Uswanas, mengungkapkan rasa bangga dan sukacitanya karena dipercaya melayani kedatangan kontingen Sulsel.

“Selamat datang kepada rombongan Kloter 2 Kontingen Pesparawi Sulsel di Provinsi Papua Barat. Kami berharap pelayanan yang kami berikan dapat berkesan di hati. Kami juga mendoakan agar seluruh kontingen mampu memberikan performa terbaiknya hingga meraih prestasi gemilang di ajang Pesparawi Nasional XIV ini,” ujar Jainab.

Penawar Rindu Bagi Warga Perantauan

Ketua IKT Papua Barat, Ir. Kornelius Mangalik, menyampaikan bahwa momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga pelepas rindu bagi para perantau asal Sulsel yang menetap di Papua Barat.

“Di Papua Barat, populasi perantau asal Sulawesi Selatan, khususnya suku Toraja, tergolong cukup besar. Kehadiran Kontingen Pesparawi Sulsel di Manokwari menjadi sebuah kehormatan besar bagi kami. Jika nanti kontingen berhasil menyapu bersih gelar juara, kebanggaan itu tentu akan menjadi milik kami yang ada di rantau ini juga,” tegas Kornelius optimis.

Target Masuk 3 Besar Nasional

Di sisi lain, Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, S.Th, menjelaskan bahwa total kekuatan Kontingen Sulsel di Manokwari mencapai 196 orang. Seluruh peserta diberangkatkan secara bertahap dalam 7 kloter.

Sulsel dipastikan akan bertarung di 9 kategori lomba dari total 12 kategori yang dipertandingkan secara nasional. Target yang dipasang pun cukup ambisius.

“Target kami adalah menyapu bersih predikat juara di kategori yang diikuti dan mengamankan posisi 3 besar nasional,” pungkas Pdt. Adrie saat diwawancarai awak media. (*)

Comment