MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah kota menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Salah satu langkah konkret yang kini digalakkan secara konsisten adalah penerapan budaya memilah sampah, berdasarkan jenisnya langsung dari ruang kerja pegawai.
Langkah edukatif ini dikemas secara menarik melalui visualisasi sosialisasi internal pegawai, seperti yang terlihat dalam dokumentasi resmi instansi.
Dalam edukasi tersebut, para pegawai diarahkan secara disiplin untuk memisahkan sampah ke dalam tiga kategori utama yang telah disediakan fasilitasnya di area kantor, yaitu:
Sampah Organik (Warna Hijau): Diperuntukkan bagi sisa makanan, kulit buah, atau daun yang nantinya dapat diolah kembali menjadi kompos bernilai guna.
Sampah Anorganik (Warna Kuning): Diperuntukkan bagi limbah plastik, botol bekas, kaca, kertas, hingga kaleng yang dapat didaur ulang.
Sampah Lainnya/Residu (Warna Merah): Diperuntukkan bagi sampah yang tidak dapat didaur ulang seperti tisu bekas dan masker, untuk langsung diteruskan ke tempat pembuangan akhir.
Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, memberikan perhatian penuh terhadap gerakan ini.
Ia menegaskan bahwa, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi motor penggerak dan contoh bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui kolaborasi seluruh pegawai dan pengurus Bank Sampah Unit Bapenda Makassar, pihaknya ingin memastikan bahwa budaya peduli lingkungan ini menjadi bagian dari ritme kerja sehari-hari.
“Dengan memilah sampah secara tepat, kita tidak hanya menjaga kebersihan kantor, tetapi juga memberi nilai ekonomi pada sampah anorganik melalui jalur Bank Sampah,” ujar Andi Asminullah, Rabu (17/6/2026).
Selain mengedukasi internal mengenai kebersihan, Bapenda Makassar juga terus mengingatkan masyarakat mengenai kemudahan layanan daerah.
Bagi warga Kota Makassar yang ingin melakukan pemenuhan kewajiban daerah, proses bayar dan lapor pajak kini dapat diakses dengan mudah, cepat, dan aman secara digital melalui Aplikasi PAKINTA (Pajak Terintegrasi Digitalisasi).
Melalui integrasi kesadaran lingkungan dan digitalisasi layanan ini, Bapenda Kota Makassar berharap dapat terus berkontribusi positif bagi pembangunan kota yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (*)
Comment