MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyiapkan gerakan donor darah rutin setiap pekan sebagai langkah memperkuat ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar.
Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada awal Juli 2026 dengan melibatkan seluruh kecamatan hingga tingkat RT dan RW.
Komitmen itu disampaikan Munafri saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar PMI Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (20/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengungkapkan kebutuhan darah di Makassar terus mengalami peningkatan.
Hal itu dipicu semakin banyaknya pasien rujukan dari berbagai wilayah di Indonesia Timur yang menjalani perawatan di Kota Makassar.
Hingga pertengahan 2026, PMI Kota Makassar telah menghimpun 16.568 kantong darah. Sekitar 85 persen di antaranya berasal dari donor sukarela. Namun, lebih dari seribu kantong darah masih diperoleh melalui donor keluarga akibat keterbatasan stok donor sukarela.
“Ini menjadi tamparan bagi kami. Kami berharap kebutuhan darah ke depan dapat dipenuhi melalui donor sukarela,” ujar Syamsu Rizal.
Menanggapi kondisi tersebut, Munafri menilai Makassar memiliki potensi besar untuk membangun sistem donor darah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, dengan sekitar 6.000 RT dan 900 RW yang tersebar di seluruh wilayah kota, pelaksanaan donor darah dapat dijadwalkan secara bergilir setiap minggu sehingga kebutuhan darah masyarakat tetap terpenuhi.
“Pemerintah kota siap mengambil peran. Ini persoalan kemanusiaan yang harus kita kerjakan bersama,” tegas Munafri.
Ia menambahkan, donor darah bukan hanya membantu menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan keikhlasan tanpa memandang latar belakang penerima manfaat.
“Orang yang mendonor adalah orang yang paling ikhlas. Dia tidak tahu siapa yang akan menerima darahnya, dari mana asalnya, apa agamanya, tetapi tetap memberikan demi menyelamatkan kehidupan orang lain,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Makassar bersama PMI Kota Makassar akan menyusun skema pelaksanaan donor darah mingguan di seluruh kecamatan.
Program tersebut akan melibatkan camat, lurah, RT, dan RW sebagai penggerak partisipasi masyarakat.
Munafri optimistis gerakan donor darah yang dilakukan secara rutin dan masif mampu menjaga ketersediaan stok darah sepanjang tahun sekaligus meningkatkan jumlah pendonor sukarela di Kota Makassar.
“Kita berharap gerakan masif donor darah ini dapat memperkuat stok darah di Kota Makassar,” pungkasnya. (*)
Comment