Bappeda ​Makassar Hadapi Tantangan 2027, Musrenbang Tematik Fokus pada Strategi Pengentasan Kemiskinan

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), mulai mematangkan arah kebijakan pembangunan untuk tahun 2027.

Melalui forum Musrenbang Tematik 2027, Pemkot Makassar menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama dalam pembangunan kewilayahan di Sulawesi Selatan.

​Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) ini mengusung tema besar “Dari Perencanaan ke Perubahan Nyata”. Forum ini dirancang untuk menyinkronkan berbagai program lintas sektor agar penanganan kemiskinan tidak lagi sekadar angka, melainkan menyentuh akar persoalan multidimensi seperti akses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.

​Kota Makassar diposisikan sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, Musrenbang Tematik 2027 Bappeda Makassar diarahkan pada empat pilar strategis:

​Penguatan ekonomi masyarakat rentan.

​Peningkatan akses layanan dasar yang merata.

​Pengembangan SDM unggul dan berdaya saing.

​Penciptaan lapangan kerja yang inklusif.

​Kepala Bappeda Kota Makassar, Muh. Dahyal, dalam arahannya menekankan bahwa perencanaan yang disusun hari ini adalah fondasi bagi kesejahteraan masa depan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antar sektor menjadi kunci agar setiap inovasi pembangunan tepat sasaran.

​”Kemiskinan bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah persoalan akses dan kualitas hidup. Melalui Musrenbang Tematik ini, kita mengintegrasikan program agar lebih berdampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang merata di seluruh lapisan,” jelas Dahyal.

​Dahyal menambahkan bahwa, forum ini menjadi wadah krusial untuk menjaring aspirasi yang berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Musrenbang Tematik 2027 ini bukan sekadar rutinitas administratif. Kami di Bappeda memastikan bahwa setiap usulan program harus memiliki indikator capaian yang jelas dalam menurunkan angka kemiskinan. Kita ingin memastikan anggaran daerah benar-benar dialokasikan untuk program yang mampu mendorong kemandirian ekonomi warga rentan di Kota Makassar,” jelas Dahyal.

​Dengan semangat “Makassar Bergerak Bersama”, Bappeda Makassar berharap hasil dari Musrenbang ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan, mengubah wacana perencanaan menjadi aksi nyata yang meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Anging Mammiri. (*)

Comment