MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Keterbatasan lahan di pusat kota bukan lagi menjadi alasan untuk tidak produktif. Camat Ujung Pandang kini tengah gencar melakukan akselerasi program ketahanan lingkungan melalui pengembangan urban farming (pertanian perkotaan) di tengah padatnya pemukiman dan kawasan bisnis.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengungkapkan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung visi “Makassar MULIA” yang dicanangkan oleh Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
”Kami bergerak bersama lurah, RT/RW, hingga kader PKK untuk mendorong urban farming, pemilahan sampah, serta pengolahan limbah melalui eco enzyme dan lubang resapan sampah organik (teba),” ujar Nanin saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).
Memanfaatkan Lorong dan Pekarangan
Berbeda dengan wilayah pinggiran yang memiliki lahan luas, Kecamatan Ujung Pandang memiliki karakteristik wilayah yang didominasi oleh perkantoran, sekolah, dan rumah sakit. Namun, Nanin menegaskan bahwa tantangan geografis ini justru melahirkan kreativitas.
Saat ini, terdapat empat kelurahan yang menjadi pionir pengembangan awal, yakni:
Kelurahan Pisang Selatan
Kelurahan Lajangiru
Kelurahan Pisang Utara
Kelurahan Sawerigading
”Justru keunikan kita di sini. Lahan sempit bukan hambatan. Kami mengoptimalkan lorong-lorong, halaman rumah warga, hingga area pinggir jalan yang sebelumnya tidak termanfaatkan,” tutur Camat Ujung Pandang.

Program ini tidak hanya sekadar menanam sayuran atau tanaman produktif. Camat Ujung Pandang, Nanin menjelaskan adanya sistem terintegrasi antara pertanian kota dengan pengelolaan sampah mandiri.
Masyarakat diedukasi untuk memilah sampah dari sumbernya, di mana sampah organik diolah menjadi pupuk melalui metode teba dan cairan serbaguna eco enzyme.
”Ini bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana masyarakat terlibat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Jadi ada kesinambungan antara lingkungan yang bersih dan produktivitas warga,” tegas Nanin.
Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang menaruh harapan besar pada empat titik awal ini.
Dengan dukungan bibit yang telah tersedia dan pendampingan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, hasil nyata diprediksi akan terlihat dalam waktu dekat.
”Kami targetkan dalam dua bulan ke depan sudah terlihat hasilnya. Meski lahannya terbatas, kami berkomitmen agar ruang-ruang kecil ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Langkah inovatif Camat Ujung Pandang ini, diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah perkotaan lainnya di Makassar bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari sejengkal tanah di depan rumah. (*)
Comment