Unhas Bantah Isu DO Mahasiswa Penolak MBG, Tegaskan Hoaks dan Fitnah Sistematis di Media Sosial

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) membantah keras beredarnya informasi di media sosial yang menyebut adanya mahasiswa yang dijatuhi sanksi drop out (DO) maupun ancaman skorsing karena mengkritik program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak kampus menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks dan disinformasi yang sengaja dibangun melalui narasi yang menyesatkan serta tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lingkungan kampus.

Dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026), Unhas mengungkapkan bahwa selama dua hari terakhir sejumlah akun media sosial aktif menyebarkan informasi yang mengaitkan aksi demonstrasi mahasiswa dengan dugaan sanksi akademik. Tim Humas Unhas bahkan menemukan beberapa akun yang secara intens menyirkulasikan narasi tersebut.

Menurut Unhas, kemunculan isu itu bermula setelah aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung Rektorat pada Kamis (11/6/2026). Aksi berlangsung damai meskipun terdapat kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas kampus yang masih dalam batas toleransi.

Pada saat aksi berlangsung, perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh pihak kampus melalui Kepala Bidang Humas untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan program MBG.

Namun, setelah demonstrasi selesai, muncul informasi yang menyebut sebanyak 28 mahasiswa Unhas mendapat sanksi DO dan sejumlah lainnya terancam skorsing. Narasi tersebut kemudian berkembang luas di berbagai platform media sosial.

Pihak kampus menilai terdapat upaya memutarbalikkan fakta melalui praktik information spinning, yakni menghubungkan berbagai fakta yang sebenarnya tidak berkaitan sehingga membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Secara faktual, tidak ada sanksi drop out maupun skorsing terhadap mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa penolakan MBG,” tegas Kabag Humas Unhas, Ishaq Rahman, Minggu (14/6/2026).

Unhas juga menegaskan bahwa, Kampus tidak pernah anti terhadap kritik. Sebagai institusi pendidikan tinggi, Unhas membuka ruang dialog dan perbedaan pandangan, termasuk terhadap kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian publik.

Keterlibatan Unhas dalam program Makan Bergizi Gratis, lanjut kampus, merupakan bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi yang sejalan dengan paradigma Kampus Berdampak. Keikutsertaan tersebut didasarkan pada pertimbangan akademik, ilmiah, dan rasional.

Berbagai hasil penelitian kesehatan, baik di dalam maupun luar negeri, menunjukkan bahwa intervensi gizi memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, bahkan dinilai lebih efektif dibandingkan investasi pada sejumlah aspek infrastruktur pendidikan.

Selain itu, keterlibatan Unhas dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan melalui pendekatan yang terbuka dan dapat dikritisi oleh publik.

Kampus berharap kritik yang disampaikan tetap bersifat konstruktif sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Menyikapi berkembangnya narasi yang dinilai menyesatkan di media sosial, Unhas mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran hoaks dan fitnah terkait isu sanksi terhadap mahasiswa yang mengkritisi program MBG.

Menurut kampus, penyebaran informasi palsu tersebut tidak hanya merugikan reputasi institusi, tetapi juga berpotensi berdampak pada ribuan sivitas akademika serta berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan Universitas Hasanuddin.

“Hoaks dan fitnah yang terus disebarkan berpotensi merugikan nama baik institusi dan seluruh entitas yang berada di dalamnya. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih kritis dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” demikian imbauan Kabag Humas Unhas, Ishaq Rahman. (*)

Comment