MENITNEWS.COM, TOPOYO — Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar), terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digelar di Desa Babana, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki potensi besar pada sektor kelautan dan perikanan.
Desa Babana dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena menjadi salah satu kawasan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih yang dinilai strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Sulsel Sulbar berkolaborasi dengan Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Mamuju Tengah, untuk memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, terutama nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Materi yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, akses terhadap pembiayaan produktif.
Hingga pentingnya perencanaan keuangan guna mendukung keberlanjutan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Asisten Direktur OJK Sulselbar, Mushadi Nurali, yang mewakili Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, menegaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu prioritas OJK dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Program EKI terus dikembangkan sebagai sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi komunitas yang berbasis pada potensi unggulan daerah.
“Sinergi antara Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat memperkuat akses keuangan masyarakat pesisir, meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik, serta mendukung pengembangan usaha yang produktif dan berkelanjutan. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mushadi.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Mamuju Tengah, Haeril Rijal P, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Ia menilai kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM, dalam memanfaatkan layanan keuangan formal guna mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat positif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM, agar semakin memahami pentingnya akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Haeril.
Ke depan, OJK Sulsel Sulbar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Industri Jasa Keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas implementasi Program EKI di berbagai wilayah.
Melalui langkah tersebut, OJK berharap akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal oleh masyarakat semakin meningkat, kapasitas ekonomi pelaku usaha sektor produktif semakin kuat, serta pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan dapat terwujud. (*)
Comment