MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Komitmen Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam memperkuat hilirisasi riset dan pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan kembali mendapat pengakuan internasional.
Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., dinyatakan lolos sebagai peserta program bergengsi Australia Awards Indonesia Short Course (AASC) 2026.
Dalam program bertema “Advancing Research into Commercialisation” yang didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia ini, Asmi berhasil terpilih setelah melalui proses seleksi nasional yang sangat ketat. Dari sekitar 500 pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 25 peserta yang dinyatakan lolos.
Percepat Transformasi Riset Kampus
Program AASC 2026 merupakan skema peningkatan kapasitas profesional yang ditujukan bagi para pemimpin, pengelola inovasi, akademisi, dan pengambil kebijakan. Fokus utamanya adalah mempercepat transformasi hasil penelitian kampus menjadi produk, teknologi, maupun layanan yang memberikan dampak ekonomi dan sosial secara nyata.
“Melalui pendekatan ini, hasil-hasil riset di perguruan tinggi diharapkan tidak lagi berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat diadopsi oleh dunia usaha dan masyarakat sebagai solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” tulis rilis resmi DFAT.
Berdasarkan jadwal yang dirilis, program peningkatan kapasitas ini akan berlangsung sepanjang April hingga Oktober 2026 dengan menggandeng Griffith University, Australia, sebagai institusi pelaksana. Rangkaian kegiatan meliputi tiga tahapan utama:
-
Lokakarya Pra-Program: Berlangsung di Indonesia pada 29–30 April 2026.
-
Kursus Intensif (In-Canada/Australia): Dilaksanakan langsung di Australia pada 15–26 Juni 2026.
-
Lokakarya Pasca-Program: Ditutup pada 26–28 Oktober 2026.
Selama di Australia, para peserta akan digembleng dalam membangun sistem komersialisasi riset yang efektif, mulai dari pengelolaan kekayaan intelektual, pengembangan kemitraan dengan industri, strategi transfer teknologi, hingga pembentukan perusahaan rintisan (start-up) dan spin-off.
Fasilitas Penuh (Fully Funded)
Untuk memastikan para peserta dapat berfokus penuh pada proses pembelajaran dan pengembangan jejaring, pihak penyelenggara menyediakan dukungan pendanaan penuh (fully funded).
Fasilitas yang ditanggung meliputi biaya pelatihan, materi pembelajaran, tiket perjalanan internasional, akomodasi, pengurusan visa, asuransi kesehatan, serta tunjangan hidup selama berada di Australia. Dukungan ini diharapkan membuka ruang bagi peserta untuk membangun jejaring profesional internasional dengan para ahli dan praktisi industri di sana.
Perkuat Ekosistem Inovasi Unhas
Keberhasilan Direktur Inovasi Unhas menembus program internasional ini mencerminkan semakin kuatnya posisi Universitas Hasanuddin dalam agenda inovasi dan hilirisasi riset global. Dalam beberapa tahun terakhir, Unhas memang konsisten mengembangkan ekosistem inovasi internalnya melalui peningkatan perlindungan kekayaan intelektual, penguatan kerja sama dengan mitra industri, serta pendampingan produk riset potensial.
Partisipasi dalam program ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan jejaring internasional yang akan memperkuat strategi pengelolaan inovasi di lingkungan Universitas Hasanuddin.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama program akan menjadi modal penting bagi Unhas dalam mendorong percepatan transformasi hasil penelitian menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional. (*)
Comment