Transformasi Tata Kelola Sampah, Camat Wajo Dorong Akselerasi TPS3R dan Edukasi Publik

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Wajo menunjukkan komitmen serius dalam merevolusi sistem pengelolaan limbah di wilayahnya. Hal ini ditegaskan oleh Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Rencana Induk Pengelolaan Sampah yang digelar di Ruang Auditorium Gedung TP PKK, Jl. Balaikota No.17, Makassar, Jumat (17/4/2026).

​Dalam forum tersebut, Ivan menekankan bahwa peralihan metode pengelolaan sampah dari sistem open dumping menuju sanitary landfill atau controlled landfill, adalah langkah revolusioner yang tidak bisa ditunda.

Menurutnya, dibutuhkan kecepatan dan akselerasi tindakan dari semua pihak untuk membangun peradaban baru melalui transformasi tata kelola sampah.

​Bukan sekadar wacana, Kecamatan Wajo telah mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Ini diaplikasikan di Kelurahan Malimongan Tua, yang telah berjalan selama dua bulan. Fasilitas ini fokus pada pengolahan sampah organik menjadi kompos dan budidaya Maggot.

​Optimalisasi ini didukung penuh oleh Dewan Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar melalui bantuan sarana prasarana berupa dua unit Magoobox Tower, 17 unit Komposter Kontainer, dan 37 unit Biopori.

​”Dalam minggu ini, kami juga telah menyelesaikan instalasi metode pengomposan aerobik sebanyak 4 petak yang dilengkapi dengan 2 mesin pencacah. Ini memungkinkan proses fermentasi berjalan lebih cepat dengan kuantitas yang lebih besar,” ujar Camat Wajo yang akrab disapa Ikal ini.

​Eksperimen ini membuahkan hasil nyata. Dalam dua minggu terakhir, TPS3R Malimongan Tua tercatat mampu mengelola sampah organik menjadi kompos sebanyak 100 kg hanya dalam waktu dua hari.

​Selain infrastruktur, Camat Wajo juga menggandeng elemen mahasiswa untuk memperkuat edukasi publik.

Berkolaborasi dengan GMKI Komisariat UKI Paulus, sosialisasi dilakukan dengan menyasar sektor komersial seperti hotel, restoran, dan kafe agar lebih disiplin dalam memilah sampah dari sumbernya.

​”Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. Membangun peradaban baru melalui tata kelola sampah adalah kewajiban serentak. Fokus kami di Kecamatan Wajo adalah memastikan sampah selesai di sumbernya atau melalui TPS3R,” paparnya.

“Dengan adanya mesin pencacah dan metode aerobik yang baru kami rampungkan, kami optimis volume sampah yang dibuang ke TPA akan berkurang signifikan. Ini adalah kerja kolaborasi, termasuk keterlibatan aktif pelaku usaha dan mahasiswa,” pungkas Camat Wajo, Ivan Kala’lembang. (*)

Comment