Stok Beras Nasional Tembus 4,9 Juta Ton, Mentan Amran Ajak Mahasiswa Kawal Distribusi dan Lawan Mafia

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​SIDOARJO — Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini menyentuh angka 4,9 juta ton, dimana Jawa Timur menjadi kontributor utama dengan ketersediaan mencapai 1,2 juta ton. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa, capaian ini merupakan titik tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran, saat meninjau gudang Bulog di Sidoarjo, Jawa Timur, bersama rombongan guru besar, pakar pertanian, dan perwakilan mahasiswa, Minggu (19/4/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan kapasitas penyimpanan Bulog telah melampaui batas normal. Mentan mengungkapkan bahwa pemerintah harus menyewa 205 unit gudang tambahan dengan kapasitas total 615 ribu ton untuk menampung hasil panen.

​”Fakta ini bisa kita lihat langsung, gudang penuh. Kita sampai sewa gudang karena fasilitas yang ada sudah tidak mencukupi. Saat ini yang sudah terisi di gudang sewaan saja mencapai 250 ribu ton, dan masih banyak yang antre di luar,” ujar Mentan Amran di hadapan para mahasiswa.

​Capaian swasembada ini didukung oleh lonjakan produksi beras nasional tahun 2025 yang naik signifikan sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Dengan total stok nasional mencapai 28 juta ton, ketahanan pangan Indonesia diprediksi aman hingga 11 bulan ke depan.

Dalam dialog interaktif, Mentan Amran, mengajak elemen mahasiswa untuk berperan aktif mengawasi rantai distribusi. Ia meminta masyarakat tidak terjebak opini menyesatkan yang kerap diembuskan oleh pihak-pihak yang menginginkan keran impor dibuka.

​”Kalau ada yang mengatakan kita tidak swasembada, berarti mereka ingin impor. Itu artinya mereka lebih pro pada petani negara lain dan mengkhianati 100 juta petani Indonesia,” tegas Mentan Amran.

​Koordinator Umum Aliansi BEM Delta Sidoarjo, Sultan Saladin Batubara, menyatakan apresiasinya atas keterbukaan data kementerian. Ia menegaskan kesiapan mahasiswa untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal distribusi beras di lapangan agar tepat sasaran.

Guna menepis keraguan publik, Mentan menekankan bahwa status swasembada pangan Indonesia saat ini telah diakui oleh lembaga-lembaga kredibel.

Mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Food and Agriculture Organization (FAO), hingga United States Department of Agriculture (USDA).

​Inspeksi ini menyusul langkah Presiden RI, Prabowo Subianto, yang sehari sebelumnya melakukan sidak serupa di Magelang, Jawa Tengah.

Langkah maraton Mentan Amran ini, bertujuan memastikan stabilitas pasokan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. (*)

Comment