MENITNEWS.COM, GUANGZHOU — Pemerintah Kabupaten Takalar mengambil langkah agresif untuk menembus pasar dunia. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memaparkan secara langsung peta kekuatan ekonomi daerahnya di hadapan para investor global dalam forum bisnis strategis di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China.
Dalam forum tersebut, Daeng Manye menonjolkan tiga sektor utama yang menjadi daya tarik investasi di Takalar, kelautan dan perikanan, pertanian, serta pengembangan kawasan industri berbasis pesisir.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memosisikan Takalar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.
Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa arah pembangunan Takalar kini berfokus pada hilirisasi sumber daya alam.
Hal ini bertujuan, kata Daeng Manye, agar produk lokal tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan sebagai produk olahan dengan nilai tambah tinggi yang memenuhi standar kualitas pasar global.
”Kami mengundang para investor untuk datang ke Takalar dan melihat langsung potensi yang kami miliki. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta dukungan penuh bagi para mitra yang ingin berinvestasi,” ujar Daeng Manye, akhir pekan lalu, di hadapan para pelaku usaha China Selatan.
Kehadiran delegasi Takalar di Guangdong bukan tanpa alasan. Wilayah China Selatan merupakan pusat industri dunia yang memiliki kesamaan karakteristik dalam pengembangan kawasan pesisir.
Melalui forum ini, Takalar berupaya menjalin kerja sama strategis, khususnya dalam alih teknologi industri dan perluasan rantai pasok global.
Acara ini merupakan rangkaian dari pameran bisnis berskala internasional yang mempertemukan pembuat kebijakan, investor, dan pelaku industri dari berbagai negara.
Dengan paparan ini, Daeng Manye berharap Kabupaten Takalar, mampu menarik arus modal asing yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal. (*)
Comment