Lawan Cyberbullying, DWP Disperkim Makassar Perkuat Literasi Etika Bermedia Sosial

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung literasi digital di lingkungan organisasi.

Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif dalam kegiatan Sosialisasi Bahaya Cyberbullying dan Etika Bersosial Media yang diselenggarakan oleh DWP Kota Makassar, Rabu (22/4/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Makassar ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini tahun 2026. Fokus utama sosialisasi adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak buruk perundungan dunia maya (cyberbullying) serta pentingnya penerapan etika digital bagi para anggota organisasi.

​Dalam kesempatan tersebut, DWP Unit Disperkim Makassar diwakili oleh Sarita Wulandari Rudini dari Bidang Pendidikan. Kehadiran perwakilan ini merupakan bentuk respons cepat terhadap arahan organisasi dalam membekali anggota dengan kecakapan teknologi yang bertanggung jawab.

​“Kegiatan ini sangat krusial di era digital saat ini. Kami ingin anggota DWP, khususnya di Unit Disperkim Makassar, mampu menggunakan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ny. Sarita di sela-sela kegiatan.

​Materi sosialisasi tidak hanya menyoroti aspek teknis penggunaan media sosial, tetapi juga menekankan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan etika dalam berinteraksi di ruang digital. Anggota didorong untuk lebih mawas diri dan menghindari perilaku digital yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

​Melalui partisipasi ini, DWP Disperkim Makassar berharap dapat menciptakan lingkungan digital yang sehat di lingkup internal. Edukasi ini juga dipandang sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya anggota agar lebih berdaya dalam mendukung pembangunan Kota Makassar melalui pemanfaatan teknologi yang positif.

​Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan seluruh anggota DWP Disperkim Makassar, mampu menjadi agen literasi digital yang dapat menularkan etika bermedia sosial yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. (*)

Comment