Antrean Haji Sidrap Capai 26 Tahun, Bank Sulselbar Ajak Masyarakat Nabung Sejak Dini

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​SIDRAP — Bank Sulselbar memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi inklusi keuangan syariah, melalui partisipasi aktif pada kegiatan Gema Haji Sidrap 2026.

Berkolaborasi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Pemkab Sidrap, kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan finansial haji sejak dini.

​Acara yang berlangsung di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap ini menjadi wadah sosialisasi mekanisme pendaftaran dan pengelolaan dana haji yang transparan.

Langkah ini diambil menyusul fakta bahwa, masa tunggu (antrean) keberangkatan haji di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kini telah menyentuh angka 26 tahun.

​Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar, Dirhamsyah Kadir, menekankan bahwa aspek istitha’ah (kemampuan) bukan hanya soal fisik dan spiritual, melainkan juga kesiapan finansial yang matang atau istitha’ah maliyah.

​”Indonesia adalah negara dengan jamaah haji terbesar, namun kita dihadapkan pada antrean panjang. Jika terus menunda menunggu usia matang atau dana terkumpul penuh, pertanyaannya: kapan kita benar-benar siap berangkat?” ujar Dirhamsyah dalam sambutannya, Jumat (24/4/2026).

​Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dalam menabung. Menurutnya, perencanaan haji bisa dimulai dengan kebiasaan sederhana, yaitu menyisihkan dana secara konsisten di awal, bukan menyisakan dari pengeluaran.

​Sebagai mitra strategis BPKH, Bank Sulselbar mencatatkan performa impresif dalam layanan keuangan haji. Data internal menunjukkan:

​Tahun 2025: Bank Sulselbar Cabang Sidrap menghimpun lebih dari 1.100 pendaftar haji.

​Hingga April 2026: Jumlah pendaftar baru telah mencapai lebih dari 780 jamaah.

​Capaian ini menempatkan Cabang Sidrap sebagai salah satu cabang dengan performa terbaik di lingkungan Bank Sulselbar dalam hal perolehan porsi haji.

​Merespons keraguan yang terkadang muncul di masyarakat, Dirhamsyah menegaskan bahwa sistem pengelolaan dana haji di Indonesia saat ini sangat kredibel. Pengelolaan dana diawasi ketat oleh negara dan lembaga berwenang sesuai amanat undang-undang.

​”Haji yang mabrur dimulai dari niat tulus, harta yang halal, dan perencanaan yang matang. Kami hadir untuk memastikan perjalanan spiritual tersebut terencana secara aman dan sesuai prinsip syariah,” pungkasnya.

​Kegiatan Gema Haji ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, perwakilan BPKH, hingga tokoh agama setempat, guna mensinergikan program edukasi haji nasional secara berkelanjutan. (*)

Comment