MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah progresif, dalam mempercepat kualifikasi akademik tenaga pendidiknya.
Sebanyak 44 Dosen Muda, resmi dibebastugaskan sementara dari kewajiban mengajar dan tugas administrasi demi fokus mengikuti In-House Intensive English Training Program.
Program yang berpusat di Auditorium UPT Layanan Pusat Bahasa Unhas ini dibuka langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), pada Selasa (28/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Unhas menuju World Class University.
Kebijakan membebastugaskan Dosen Muda ini bertujuan, agar para peserta dapat berkonsentrasi penuh mengejar standar skor IELTS (International English Language Testing System).
Ini yang dipersyaratkan oleh universitas top dunia, yakni di rentang 6.5 hingga 7.0.
Rektor Unhas, Prof. JJ, mengungkapkan bahwa penguasaan bahasa Inggris akademik sering kali menjadi “kerikil” penghambat bagi dosen berpotensi untuk menembus beasiswa prestisius seperti LPDP atau skema internasional lainnya.

”Banyak dosen muda kita memiliki kapasitas akademik Unhas yang mumpuni, namun tantangannya ada pada persyaratan skor IELTS. Program ini adalah bentuk keberpihakan universitas agar mereka fokus belajar dan mampu meraih skor di atas 6,5,” ujar Prof. JJ dalam sambutannya.
Pelatihan ini tidak hanya sekadar kursus biasa, melainkan dirancang secara intensif dengan penguatan empat kompetensi utama Listening (Mendengar), Reading (Membaca), Writing (Menulis Akademik), dan Speaking (Berbicara).
Selain aspek teknis ujian, para dosen juga dibekali strategi komunikasi ilmiah yang esensial dalam lingkungan akademik global.
Sertifikat hasil pelatihan ini nantinya akan menjadi senjata utama dosen muda Unhas, untuk mendaftarkan diri pada program doktoral (S3) di Luar Negeri.
Unhas menargetkan lonjakan jumlah doktor lulusan luar negeri dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan meningkatnya jumlah akademisi yang menempuh studi di kampus terbaik dunia, Unhas optimis kapasitas riset, reputasi akademik, dan daya saing global institusi akan terkerek naik secara signifikan. (*)
Comment