MENITNEWS.COM, KOLAKA — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), menunjukkan akselerasi signifikan dalam pembangunan Indonesia Growth Project (IGP) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.
Hingga Maret 2026, total progres pembangunan proyek nikel terintegrasi tersebut telah mencapai 73,4 persen dan kini mulai memasuki fase transisi menuju tahap operasional yang ditargetkan pada tahun ini.
Sejumlah pencapaian kunci (milestone) telah berhasil diselesaikan, mulai dari peresmian fasilitas persemaian (Nursery) untuk mendukung rehabilitasi lahan, hingga keberhasilan penjualan perdana bijih nikel (oresell).
Selain fokus pada operasional, PT Vale juga menunjukkan kontribusi sosial dengan merevitalisasi Pasar Sentral Mekongga Kolaka sebagai upaya penguatan ekonomi lokal di sekitar area tambang.
Pembangunan fasilitas penunjang lainnya juga terus dikebut. Tercatat, progres Living Area atau Operation Camp telah mencapai 41 persen.
Sementara area bengkel (Workshop) dan perkantoran (Office Area) sudah menyentuh angka 57 persen.

Pada sektor pengolahan, kolaborasi strategis dengan mitra Huayou (KNI) untuk pembangunan Feed Preparation Plant dan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) secara keseluruhan telah mencapai progres 65,3 persen.
Fasilitas ini nantinya akan menjadi bagian krusial dalam rantai pasok nikel global, khususnya untuk industri baterai kendaraan listrik.
Menanggapi pencapaian ini, Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, menyatakan bahwa perusahaan terus berkomitmen pada praktik pertambangan berkelanjutan.
”Pencapaian progres 73,4 persen di IGP Pomalaa adalah bukti nyata komitmen kami untuk menghadirkan operasional pertambangan yang tidak hanya efisien, tetapi juga bertanggung jawab,” terang Vanda, Kamis (30/4/2026).
“Kami memastikan setiap tahapan proyek memenuhi standar keselamatan tertinggi dan prinsip ESG yang ketat, guna memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat Kolaka dan masa depan hijau Indonesia,” sambung Vanda.
Dengan target operasional yang semakin dekat, PT Vale Indonesia bersama para mitra, terus bersinergi untuk memastikan transisi menuju fase produksi berjalan sesuai rencana, sembari tetap menjaga konsistensi pada praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan berdaya guna bagi masyarakat luas. (*)
Comment