Dahlan Abubakar Resmi Dampingi Suwardi Thahir di Konferensi PWI Sulsel, Usung Misi Akhiri Nepotisme

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Peta persaingan menjelang Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin dinamis. Calon Ketua PWI Sulsel, Ir. Suwardi Thahir, secara resmi menggandeng tokoh pers legendaris, Dr. H.M. Dahlan Abubakar, M.Hum, untuk mengisi posisi calon Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel periode mendatang.

​Dahlan Abubakar mendatangi Sekretariat Pendaftaran Panitia Konferensi PWI Sulsel pada Jumat (15/5/2026) sore untuk menyerahkan berkas administrasinya.

Pria yang dikenal sebagai begawan pers Sulsel ini memilih hadir secara bersahaja tanpa mobilisasi massa, dan hanya didampingi oleh seorang kolega dekatnya.

​Kedatangan mantan Pemimpin Redaksi Harian Pedoman Rakyat ini diterima langsung oleh Ketua Tim Penjaringan Konferensi PWI Sulsel, Ismail Sellery Tunggara, S.Sos, M.Si.

Momentum penyerahan berkas tersebut turut disaksikan oleh Wakil Ketua Steering Committee, Muhammad Arfah, SH, MH, bersama jajaran panitia lainnya.

​Jalur Senyap demi Tanggung Jawab Moral

​Langkah Dahlan yang memilih mendaftar tanpa riuh pencitraan menegaskan komitmennya terhadap masa depan organisasi.

Baginya, kontestasi di tubuh PWI bukanlah panggung politik praktis, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk membenahi organisasi profesi tertua di Indonesia tersebut.

​Dahlan, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris PWI Sulsel periode 1988–1993, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi organisasi saat ini.

Ia menilai PWI Sulsel membutuhkan pembenahan total, agar tidak semakin tertinggal di era disrupsi informasi.

​”Niat saya hanya satu, hadir untuk membantu Ketua PWI Sulsel terpilih dalam mengembalikan marwah organisasi. Saya melihat kondisi PWI Sulsel saat ini sudah berada di titik nadir yang mengkhawatirkan,” ujar Dahlan, saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/5/2026).

​Menolak Nepotisme, Dorong Kepemimpinan Berbasis Kompetensi

​Lebih lanjut, akademisi sekaligus penulis 50 judul buku ini menekankan bahwa, PWI Sulsel harus dipimpin oleh sosok yang memiliki rekam jejak jurnalistik yang kuat dan berakar di lapangan.

Ia mengkritik keras praktik nepotisme dalam organisasi yang dipaksakan tanpa melihat kapasitas kemampuan.

​Menurutnya, tantangan media sosial dan derasnya arus informasi saat ini menuntut PWI, untuk kembali menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat.

Hal itu hanya bisa dicapai lewat kepemimpinan yang kompeten, bukan karena kedekatan kekerabatan.

​”Saya rasa, bagi organisasi ini, kalau bukan kita yang bergerak sekarang, kapan lagi ada kesempatan untuk berbenah?” tegas pria kelahiran Bima, 12 Januari 1952 tersebut.

​Rekam Jejak dan Pengalaman Singkat Dahlan Abubakar

​Bergabungnya Dahlan Abubakar dalam bursa kepemimpinan diyakini akan memperkuat posisi kubu Suwardi Thahir.

Pasalnya, Dahlan memiliki portofolio yang sangat panjang baik di dunia pers, akademis, maupun keorganisasian olahraga.

​Berikut adalah ringkasan rekam jejak Dr. H.M. Dahlan Abubakar, M.Hum:

​Karier Jurnalistik & Humas: Wartawan dan Pemred Harian Pedoman Rakyat (1976–2007), Kepala Humas Universitas Hasanuddin (Unhas) selama tiga periode, Pemred Indonesia Pos Media Group.

​Organisasi: Sekretaris PWI Sulsel (1988–1993), Wakil Ketua Komisi Pendidikan PWI Pusat (2022–2025), serta berbagai posisi strategis di KONI Sulsel dan SIWO Sulsel.

​Akademis: Dosen di Universitas Hasanuddin, Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM).

​Prestasi: Juara I Lomba Karya Tulis Nasional HPN (1990) dan telah menulis sedikitnya 50 judul buku sejak tahun 1997 hingga sekarang.

​Dengan masuknya berkas pencalonan Dahlan Abubakar, duet Suwardi-Dahlan kini siap menawarkan visi perubahan dan profesionalisme, demi mengembalikan kejayaan PWI Sulawesi Selatan. (*)

Comment