MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus berkomitmen mempercepat penanganan masalah persampahan. Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Kantor DLH, Rabu (17/6/2026), untuk membahas progres pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Rapat ini berfokus pada pembenahan sistem operasional guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih optimal, aman, dan berkelanjutan.
Pembenahan TPA Jangka Panjang dan Cegah Titik Api
Dalam arahannya, Melinda Aksa menegaskan bahwa perbaikan TPA tidak boleh sekadar menyelesaikan masalah sesaat (reaktif), melainkan harus menghadirkan solusi jangka panjang.
“Pembenahan TPA harus dilakukan secara menyeluruh. Kita ingin memastikan seluruh aspek pengelolaan berjalan dengan baik, mulai dari sistem operasional, pengendalian lingkungan, hingga langkah-langkah pencegahan agar tidak ada lagi titik api yang muncul di area TPA,” ujar Melinda.
Untuk mencegah munculnya titik api, rapat menyepakati beberapa langkah strategis:
-
Penguatan pengawasan di area TPA.
-
Perbaikan sistem operasional harian.
-
Mitigasi faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan.
Optimalisasi Potensi Gas Metan untuk Warga
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah. Menurut Melinda, gas metan memiliki potensi besar jika dikelola dengan benar.
“Gas metan dari proses penguraian sampah memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan. Perlu ada upaya mengoptimalkan pemanfaatannya sehingga memberi manfaat bagi warga sekitar sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan,” jelasnya.
Manajemen Penutupan Sampah dan Pendampingan Teknis
Selain gas metan, Melinda juga menyoroti pentingnya perbaikan manajemen sistem penutupan sampah serta pendampingan teknis langsung di lapangan. Sistem penutupan yang baik dinilai menjadi kunci utama TPA yang aman dan tertata.
“Dengan sistem yang lebih tertata, proses penutupan sampah dapat berjalan dengan baik dan mampu meminimalkan berbagai risiko lingkungan yang mungkin terjadi,” tambahnya.
Melalui sinergi yang kuat antara Dewan LH dan DLH Kota Makassar, diharapkan pengelolaan sampah di Kota Makassar dapat bertransformasi menjadi lebih modern dan berkelanjutan.
Dihadiri Lintas Sektor dan Pakar Akademisi
Rapat koordinasi strategis ini turut dihadiri oleh berbagai pihak penting untuk memberikan masukan komprehensif, di antaranya:
-
Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku
-
Akademisi dan Pakar Lingkungan dari berbagai perguruan tinggi.
-
Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
-
Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar.
-
Perwakilan UPT dan Unit Teknis pengelola lingkungan dan persampahan. (*)
Comment