MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, meningkatkan status kesiapsiagaan guna menghadapi fenomena “Godzilla El Nino” yang diprediksi memicu kemarau ekstrem tahun ini.
Langkah strategis diambil, mulai dari percepatan pengambilan air baku alternatif hingga penyiagaan belasan armada tangki gratis bagi warga.
Plt Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, mengonfirmasi bahwa ketersediaan air baku di Bendungan Lekopancing mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir.
”Masalah utamanya ada pada air baku. Jika debit berkurang, otomatis distribusi ke pelanggan, terutama di wilayah utara kota, akan terdampak secara signifikan,” ujar Wahidin, Sabtu (18/4/2026).
Kondisi distribusi di wilayah utara Makassar saat ini, berada pada titik rawan.
Berbeda dengan wilayah timur yang menggunakan sistem pompa bertenaga tinggi (4,5 bar), wilayah utara hanya mengandalkan sistem gravitasi dari IPA II Panaikang dengan tekanan rendah sekitar 1,3 bar.
Data teknis menunjukkan penurunan suplai yang mengkhawatirkan:
Kebutuhan Normal: 550 liter per detik.
Kondisi Saat Ini: Hanya 360 liter per detik.
Total Penurunan: Hampir 50% dari debit ideal di jalur Lekopancing.

Selain faktor alam, PDAM Makassar mengidentifikasi adanya praktik pencurian air baku di sepanjang jalur terbuka dari Lekopancing menuju Kota Makassar.
Kepala Seksi Humas PDAM Makassar, Hasan Boy, mengungkapkan bahwa oknum warga memanfaatkan saluran tersebut untuk kolam, tambak, hingga irigasi ilegal.
”Titik paling parah berada di wilayah CC5 hingga CC7 Kabupaten Maros. Jika pengambilan ilegal ini bisa ditekan, pasokan ke Makassar sebenarnya masih relatif aman,” tegas Hasan.
Strategi Lapis Kedua: Sungai Moncongloe
Menyikapi penyusutan air di Lekopancing, PDAM Makassar mempercepat jadwal operasional pompa di Sungai Moncongloe.
Langkah yang biasanya dilakukan pada bulan Agustus ini dimajukan ke bulan April 2026, demi menambah suplai sebesar 600 hingga 900 liter per detik.
”Kami sedang mendorong percepatan pemasangan pompa di Moncongloe. Ini adalah solusi paling realistis untuk menjaga tekanan air tetap stabil di tengah kemarau yang datang lebih awal,” jelas Hasan yang akrab disapa Acank Boy.
Sebagai solusi jangka pendek bagi wilayah yang sudah tidak terjangkau air perpipaan, PDAM telah menyiagakan 14 armada mobil tangki.
Kapasitas: 20 hingga 30 ritase per hari (dapat ditingkatkan hingga 100 ritase jika kondisi memburuk). Biaya: Gratis untuk masyarakat terdampak.
Kolaborasi: PDAM juga berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Makassar untuk memperkuat armada distribusi darurat.
Sebagai rencana jangka panjang, PDAM Makassar mulai mengkaji pemanfaatan Sungai Jeneberang, sebagai sumber air baku utama baru guna memutus ketergantungan musiman pada Bendungan Lekopancing yang kian rentan setiap tahunnya. (*)
Comment