Buleleng Genjot Proyek HDDAP, Targetkan Dokumen Rampung Akhir April 2026

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng menyatakan komitmen penuh untuk mempercepat program Horticulture Development Dryland Areas Sector Project (HDDAP). Langkah ini diambil guna memastikan empat komoditas unggulan daerah—manggis, durian, bawang merah, dan sayuran daun—dapat segera memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani lokal.

Dalam audiensi yang berlangsung Senin (20/4), Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Hotman Fajar Simanjuntak, mendesak agar penyelesaian Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) dilakukan sesegera mungkin.

“Buleleng memiliki keunikan dengan empat komoditas unggulan sekaligus. Kami telah merekrut fasilitator dari putra daerah untuk mempermudah komunikasi dan mempercepat proses administrasi sesuai mekanisme yang ada,” ujar Hotman.

Kejar Target Infrastruktur dan Penanaman

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyambut baik dukungan pusat dan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Ia menargetkan seluruh dokumen perencanaan teknis, termasuk Concept Note, harus tuntas pada akhir April 2026.

“Kami ingin ada percepatan nyata. Jika dokumen selesai tepat waktu, proses penanaman dan pembangunan infrastruktur irigasi bisa dimulai akhir tahun ini. Masyarakat harus segera merasakan manfaatnya,” tegas Bupati Sutjidra.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Melandrat, mengungkapkan bahwa tantangan utama saat ini terletak pada penyempurnaan dokumen teknis seperti:

  • Detail Engineering Design (DED) dan RAB.

  • Spesifikasi teknis pengadaan sarana dan prasarana.

  • Perumusan intervensi dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.


Progres Lapangan: Manggis Jadi Primadona

Berdasarkan data terbaru per April 2026, pengembangan HDDAP di Buleleng telah mencapai 21,42% dari total target 885,8 hektar.

Komoditas Capaian Luas Status Saat Ini
Manggis 189,73 Ha Terbagi di Klaster Manggis Atas & Bawah.
Lainnya (Durian, Bawang, Sayur) 127,67 Ha Tahap verifikasi lahan dan validasi 409 petani (CPCL).

Strategi Berbasis Permintaan Pasar

Dalam tinjauan terbaru, tim perencana menekankan bahwa pengembangan ke depan harus bersifat demand-driven (berbasis permintaan pasar). Artinya, penentuan jenis komoditas harus sejalan dengan kebutuhan pasar, baik domestik maupun internasional.

Strategi pengembangan HDDAP ke depan akan mencakup:

  1. Pemetaan Pasar: Identifikasi kebutuhan pasar luar negeri.

  2. Standarisasi Mutu: Penerapan budidaya ramah lingkungan melalui Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP).

  3. Kemandirian Petani: Penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dan integrasi rencana bisnis.

  4. Keberlanjutan: Kajian kelayakan aspek perlindungan (safeguard) serta pengelolaan irigasi yang efisien.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra swasta, Buleleng optimis dapat menjadi pilot project kesuksesan implementasi hortikultura lahan kering di Indonesia. (*)

Comment