PDAM Makassar Siagakan 80 Armada Tangki dan Sumur Bor Hadapi Kemarau

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memastikan pasokan air bersih tetap terjaga selama musim kemarau 2026.

Sebanyak 80 armada mobil tangki dan pembangunan sumur bor, disiapkan sebagai langkah mitigasi krisis air.

​Plt Dirut PDAM Makassar, Syahrum Makkurade, mengungkapkan bahwa jumlah armada distribusi air bersih melonjak drastis berkat bantuan provinsi.

Dari yang awalnya hanya 14 unit, kini total ada sekitar 80 mobil tangki yang bersiaga untuk menyuplai kebutuhan warga.

​”Berdasarkan instruksi langsung Bapak Gubernur yang telah mengumpulkan dinas terkait, bantuan diperkuat menjadi 80 mobil tangki. Selain itu, ada tambahan bantuan sumur bor di sejumlah titik strategis,” ujar Syahrum, dalam konferensi pers di Kantor PDAM Makassar, Selasa (21/4/2026).

​Syahrum menegaskan, dalam kondisi darurat kekeringan, PDAM Makassar tidak hanya fokus pada sisi bisnis (profit).

Melainkan PDAM Makassar mengedepankan tanggung jawab sosial.

Pelayanan distribusi air melalui tangki ini bahkan menyasar warga yang belum terdaftar sebagai pelanggan resmi.

​”PDAM Makassar bukan sekadar cari untung, kami punya tanggung jawab sosial. Bahkan warga yang bukan pelanggan pun tetap kami bantu karena ini menyangkut kebutuhan dasar,” tegasnya.

​Ia juga mengimbau masyarakat untuk saling menguatkan, dan berhenti saling menyalahkan terkait kondisi alam yang terjadi.

“Jangan lagi saling bully. Mari kita fokus bekerja mencari solusi untuk masyarakat,” imbuhnya.

​Penyebab Defisit Air di Wilayah Utara

​Sementara itu, Plt Kabag Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, memaparkan tantangan teknis yang dihadapi, terutama untuk wilayah utara kota.

Wilayah tersebut sangat bergantung pada sistem pengaliran gravitasi, yang membutuhkan debit air stabil sebesar 550 liter per detik (lps).

​Saat ini, terjadi defisit pasokan sekitar 250 lps. Hal ini dipicu oleh menyusutnya suplai air baku dari Bendung Leko Pancing, Maros, yang kini hanya berada di angka 810 lps dari kondisi normal 1.100–1.200 lps.

​Untuk menambal kekurangan tersebut, PDAM Makassar melakukan langkah-langkah teknis berikut:

​Intake Malengkeri: Memanfaatkan suplai tambahan dari Sungai Jeneberang.

​Sungai Moncongloe: Mengoptimalkan sumber air alternatif yang mampu menyuplai 600–900 lps saat musim kemarau.

​”Tanggung jawab kami di PDAM Makassar adalah, memastikan air tetap mengalir sampai ke pelanggan. Dengan optimalisasi berbagai sumber air ini, kami berharap distribusi ke wilayah utara kembali normal,” pungkas Wahidin. (*)

Comment