MENITNEWS.COM, MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 yang jatuh pada hari ini, Sabtu (25/4/2026), merupakan momentum krusial untuk merefleksikan kembali esensi pemerintahan daerah.
Menurutnya, Otda harus menjadi mesin penggerak kesejahteraan, bukan sekadar agenda rutin tahunan.
Tahun ini, peringatan Hari Otda mengusung tema strategis: “Dengan Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita.” Tema ini menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menghadirkan pembangunan yang merata serta pelayanan publik yang berkeadilan.
Dalam keterangannya melalui laman resmi DiskominfoSS Sulbar, Gubernur Suhardi Duka, menyampaikan bahwa otonomi adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan birokrasi yang lebih dekat dan responsif.
”Otonomi daerah adalah momentum sekaligus harapan bagi masyarakat agar pelayanan publik bisa dipercepat dan didekatkan kepada mereka. Ini bukan sekadar seremoni,” tegas Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.
Gubernur Sulbar juga menambahkan bahwa di usia ke-30 tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, berkomitmen untuk terus mendorong inovasi berkelanjutan di berbagai sektor demi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Implementasi otonomi daerah yang dimulai sejak era reformasi merupakan mandat desentralisasi, untuk memberikan kewenangan bagi daerah dalam mengatur rumah tangganya sendiri.
SDK mengingatkan seluruh jajaran Pemprov Sulbar bahwa, kewenangan besar ini harus dibarengi dengan tanggung jawab yang besar pula.
”Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat pembangunan, dan memastikan inovasi menyentuh lapisan masyarakat terbawah,” pungkasnya.
Peringatan ke-30 ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap capaian dan tantangan yang dihadapi Sulbar selama menjalankan roda desentralisasi, guna memastikan visi pembangunan nasional tetap selaras dengan kebutuhan lokal. (*)
Comment