Di APPMBGI National Summit 2026, ​Zulhas Tegaskan Tanpa Gizi Cukup, Siswa Mengantuk di Sekolah dan Sulit Bersaing!

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa kualitas gizi merupakan fondasi utama keberhasilan pendidikan di Indonesia. Hal itu diutarakannya di APPMBGI National Summit 2026 Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, sebagus apa pun kurikulum yang diterapkan, siswa tidak akan mampu menyerap pelajaran secara maksimal jika kebutuhan gizinya tidak terpenuhi.

​Zulhas hadir dalam acara pengukuhan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) di Jakarta Timur, Minggu (26/4/2026).

​”Sehebat apa pun pendidikan kita, ganti kurikulum berapa kali pun, kalau anak-anak kita tidak bergizi, dia ngantuk ikut sekolah. Kemampuannya terbatas untuk bersaing dengan negara lain,” ujar Zulhas, yang hadir secara daring.

​Zulhas menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan sekadar pembagian makanan.

Melainkan misi strategis untuk mencetak generasi emas 2045 mendatang.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) dengan ekosistem ekonomi desa.

​”Tata kelolanya sudah kami atur agar ada sinergi dengan usaha di desa, baik itu BUMDes, UMKM, maupun Koperasi Desa Merah Putih. Kita ingin desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus penopang swasembada pangan,” tambahnya.

​Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengungkapkan bahwa regulasi berupa Permenko mengenai tata kelola rantai pasok sedang disusun.

Fokus utamanya adalah memastikan pasokan pangan berasal dari sumber lokal untuk memperkuat ekonomi daerah.

​APPMBGI Dorong Payung Hukum Permanen

​Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menyatakan komitmennya untuk mengawal keberlanjutan program ini.

Ia menargetkan pembentukan pengurus di 514 kabupaten/kota guna memastikan distribusi gizi yang merata.

​”Kami berharap MBG menjadi konsep besar jangka panjang, bahkan bila perlu didukung oleh undang-undang agar tetap berlanjut melampaui tahun 2029,” kata Bro Rivai.

​Sebagai bentuk transparansi, APPMBGI meluncurkan MBG Command and Control Center.

Sistem digital ini berfungsi untuk memantau operasional dapur, kualitas gizi, hingga higienitas makanan di seluruh Indonesia secara real-time.

​”Sistem ini memastikan distribusi logistik efektif, terutama di daerah tertinggal, sehingga program ini benar-benar tepat sasaran dan akuntabel,” pungkas Ketua Umum APPMBGI, Bro Rivai. (*)

Comment