MENITNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) RI, resmi memulai akselerasi proyek Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) Tahun Anggaran 2026.
Langkah strategis ini diambil untuk menyulap lahan kering menjadi sentra produksi hortikultura, yang berdaya saing global melalui integrasi hulu hingga hilir.
Program HDDAP tidak hanya fokus pada kecukupan sarana produksi, tetapi juga mencakup transformasi infrastruktur irigasi dan penguatan kapasitas finansial petani.
Modernisasi Infrastruktur Irigasi
Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) menargetkan pembangunan 240 unit sistem irigasi pada tahun ini.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu melayani 1.200 hektare lahan kering melalui berbagai teknologi.
Mulai dari sistem perpompaan, perpipaan, hingga pembangunan embung dan long storage.
Pembangunan ini mengadopsi skema Community Participation Procurement (CPP), yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk terlibat langsung dalam pengerjaan fisik di lapangan agar fasilitas yang dibangun tepat sasaran dan berkelanjutan.

Transformasi Literasi Keuangan Petani
Selain infrastruktur fisik, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Pembiayaan Pertanian (Ditjen PSP) meluncurkan program Financial Literacy Education (FLE).
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,47 miliar, program ini menyasar 1.962 petani melalui 165 paket pelatihan intensif.
”Fokus kami adalah memperkuat hubungan petani dengan lembaga keuangan formal. Petani harus melek finansial agar usaha hortikultura mereka memiliki modal yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Hotman Fajar Simanjuntak, Jumat (8/5/2026).
Keberhasilan HDDAP didorong oleh sinergi kuat antara Ditjen Hortikultura, PSP, dan LIP. Hotman menegaskan bahwa, koordinasi yang efektif akan mempercepat realisasi anggaran sektor hortikultura sekaligus memastikan monitoring di lapangan berjalan optimal.
Di sisi lain, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Freddy Lumban Gaol, mengungkapkan bahwa, pemerintah terus mempererat kerja sama dengan mitra internasional seperti Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
”Kami melakukan akselerasi kerja sama dengan mitra pembangunan untuk memastikan ketersediaan sarana produksi seperti benih dan pupuk berkualitas tinggi bagi petani,” jelas Freddy.
Melalui integrasi infrastruktur modern dan penguatan literasi keuangan, Kementerian Pertanian optimistis, HDDAP akan menciptakan ekosistem pertanian lahan kering yang tangguh, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan di tahun 2026. (*)
Comment